Kasus Omicron Terus Naik di Indonesia, Ini Langkah Pemerintah Meredamnya

Ilustrasi vaksin untuk menangkal Omicron. - Antara
15 Januari 2022 13:27 WIB Akbar Evandio News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Pemerintah mengambil berbagai langkah untuk meredam melonjaknya gelombang kasus varian Omicron di Indonesia.

Sejumlah upaya tersebut termasuk melakukan penyesuaian aturan mobilitas luar negeri, menggencarkan program Vaksinasi Covid-19 primer termasuk program vaksinasi booster

Juru Bicara Nasional Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan pemerintah turut melakukan kemitraan dengan platform kesehatan jarak jauh (telemedicine) serta rumah sakit rujukan.

Hal ini dilakukan untuk meningkatkan aksesibilitas kasus positif dengan pelayanan kesehatan yang berkualitas seperti jasa konsultasi medis dan pengiriman obat gratis bagi pasien Covid-19 yang sedang menjalani isolasi mandiri di rumah.

“Langkah ini ditempuh menyusul kenaikan kasus positif Covid-19 dalam 2 minggu terakhir di dunia secara signifikan. Bahkan kenaikan kasus harian mencapai 2,7 kasus pada 7 Januari 2022. Angka ini lebih tinggi dari rekor kenaikan kasus pada lonjakan sebelumnya yaitu 1 juta kasus dalam sehari,” ujarnya lewat rilisnya, Jumat (14/1/2022).

Lebih lanjut, dia menyebutkan kenaikan kasus positif juga terjadi di negara-negara tetangga Indonesia termasuk Jepang, Vietnam, Thailand, dan Singapura.

Saat ini, kata Wiku, kasus positif di Indonesia telah meningkat selama 2 minggu berturut-turut, yaitu dari 1.200 kasus menjadi 1.400 kasus dan pada minggu terakhir hampir mencapai 3.000 kasus, atau naik lebih dari dua kali lipat dari minggu sebelumnya.

Kenaikan kasus positif harian bahkan sempat melebihi 800 dalam sehari pada 11 Januari lalu. Sementara kemarin, pada 12 Januari, terdapat penambahan 600 kasus positif, padahal sebelumnya penambahan kasus sudah berhasil ditekan pada kisaran 100-200 kasus positif/hari.

Sementara itu, kasus aktif juga mengalami kenaikan konsisten dalam seminggu terakhir hingga per 12 Januari mencapai hampir mencapai 7.000 kasus, setelah sebelumnya berhasil ditekan pada kisaran 4.000 kasus.

Sumber : JIBI/Bisnis.com