Advertisement
Refleksi Akhir Tahun Partai Demokrat: Jokowi Perlu Perbaiki Iklim Demokrasi seperti Masa SBY
Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY. - Antarafoto
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA--Presiden Joko Widodo diminta memperbaiki kualitas demokrasi di Indonesia.
Partai Demokrat memberikan catatan refleksi akhir tahun 2021 yakni menyoroti soal buruknya demokrasi. Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) diminta memperbaiki iklim demokrasi seperti apa yang tercapai di era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Advertisement
"Tentu kami berharap menuju 2024, Pemerintahan Joko Widodo bisa memperbaiki iklim demokrasi Indonesia. Selama ada niat baik dan sungguh-sungguh berusaha, kami sangat yakin perbaikan demokrasi Indonesia bisa tercapai seperti halnya di era pemerintahan SBY dulu," kata Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Demokrat, Herzaky Mahendra Putra kepada wartawan, Jumat (31/12/2021).
Herzaky menjelaskan, demokrasi menjadi buruk pertama ditandai oleh rakyat yang semakin takut bicara politik di muka publik. Menurutnya, survei-survei sudah banyak membuktikan bahwa masyarakat punya pendapat berbeda atau mengkritik pemerintah, bisa berujung dipolisikan, di doxing, bahkan diretas akun media sosialnya.
"Kedua, demokrasi kita dinilai berjalan mundur dan berada di titik terendah dalam empat belas tahun terakhir, bahkan masuk dalam kategori demokrasi cacat, menurut beberapa lembaga kredibel internasional. Dari The Economist Intelligent Unit, lalu Freedom House, lembaga pemerhati Demokrasi dunia yang didirikan Eleanor Roosevelt, sampai ke The Australian University," tuturnya.
Kemudian hal yang ketiga, kata Herzaky, tren kinerja transparansi dan akuntabilitas pemerintahan Indonesia menurut Transparency International pemerintahan Joko Widodo, kini jeblok dan hanya naik 1 poin dibandingkan dengan tahun pertama menjabat.
"Selama sepuluh tahun pemerintahan SBY (2004-2014), berhasil naik 12 poin," tuturnya.
BACA JUGA: Kisah Pelaku UMKM Jogja "Selamat" Berkat TUKONI
Lebih lanjut, Herzaky mengatakan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai ketua umum Demokrat kerap mengingatkan pemerintah soal pentingnya menjaga demokrasi.
"Demokrasi tidak boleh dijalankan secara serampangan, apalagi dengan menabrak logika “akal sehat rakyat”. Siapa yang berani melukai rasa kebenaran, keadilan dan kemanusiaan, maka rakyat akan bangkit dan bersatu melawannya. Itulah rumus demokrasi yang sehat," imbuhnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Listrik Kuba Kembali Padam Saat Tekanan Krisis Energi Meningkat
- Ledakan Petasan di Pamekasan Bongkar Produksi Berdaya Ledak Tinggi
- China Desak Penghentian Konflik Timur Tengah Saat Idulfitri
- Konflik Gas Iran-Qatar Picu Lonjakan Harga, Trump Berubah Arah
- Di Momen Lebaran Vladimir Putin Soroti Peran Muslim Rusia
Advertisement
Prediksi Lonjakan Parkir Wisata Lebaran Jogja 2026: Cek Tarif Resmi
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Pembalap Pertamina Enduro VR46 Racing Team Rebut Pole Position
- 47 Tahun BBPPMT Yogyakarta, Membangun Transmigrasi Masa Kini
- Baby Aliens Menangi Sprint Race MotoGP Brasil
- Veda Ega Pratama Optimistis Raih Podium di Balapan Moto3 Brasil
- KPK Ungkap Strategi Khusus di Balik Penahanan Rumah Yaqut Cholil
- Telur Asin Rumahan Lagi Naik Daun, Ini Cara Mudah Bikinnya
- Rest Area Penuh Saat Arus Balik, Jalur Batang Disiapkan Opsi Tambahan
Advertisement
Advertisement







