Nataru, Penyeberangan dari Jawa ke Sumatra Terpantau Ramai

Penumpang di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan tertib menerapkan jaga jarak. - Antara
23 Desember 2021 10:07 WIB Rahmi Yati News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA-Posko Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru) di lingkungan pelabuhan dan kapal utamanya di lintasan Merak-Bakauheni mencatat jumlah penumpang dan kendaraan yang menyeberang dari Jawa menuju Sumatra atau sebaliknya terpantau ramai mengalir.

Berdasarkan data Posko pada H-8 atau Jumat (17/12/2021) pukul 08.00 WIB hingga Rabu (22/12/2021) pukul 08.00 WIB tercatat jumlah total penumpang yang telah menyeberang dari Merak sebanyak 181.603 orang atau naik 4 persen dibandingkan realisasi periode sama tahun lalu sebanyak 173.928 orang.

Selain itu, juga terjadi tren penurunan sepeda motor sebanyak 30 persen dari jumlah 3.768 unit tahun lalu, menjadi 2.636 unit pada periode tahun ini. Untuk jumlah kendaraan roda empat/lebih tercatat sebanyak 39.032 unit atau naik 5 persen dibandingkan realisasi periode sama tahun lalu sebanyak 37.007 unit.

"Dengan begitu, total seluruh kendaraan yang telah menyeberang dari Jawa menuju Sumatra sebanyak 41.668 unit atau naik 2 persen dibandingkan realisasi periode sama tahun lalu sebanyak 40.775 unit," kata Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Ira Puspadewi, Rabu (22/12/2021).

Menurut Ira, jika melihat data di atas, terjadi pergeseran tren pengguna jasa yang menggunakan sepeda motor ke kendaraan pribadi. Selain itu, pergerakan masyarakat dari Jawa ke Sumatra relatif lebih tinggi namun masih relatif landai.

Meski begitu, ujarnya, ASDP mengimbau pengguna jasa agar mempersiapkan perjalanannya, dengan melakukan reservasi tiket secara online via Ferizy dan mematuhi syarat perjalanan yang ditetapkan termasuk menunjukkan data vaksin dan antigen/PCR di Aplikasi PeduliLindungi, terutama di lintas Merak-Bakauheni dan Ketapang-Gilimanuk.

Ira juga memastikan bahwa mekanisme penerapan protokol kesehatan di pelabuhan dan kapal tetap dilakukan secara ketat. Mulai dari pemeriksaan suhu tubuh, pengaturan physical distancing saat kendaraan dan penumpang akan masuk keluar maupun berada di kapal, mewajibkan penggunaan masker bagi pengendara maupun petugas saat berada di pelabuhan maupun di kapal, dan penyediaan wastafel dan hand sanitizer.

"ASDP pun secara rutin melakukan desinfektan ruang publik dan kapal, serta pembatasan muatan penumpang maksimal 70 persen dari kapasitas kapal," imbuhnya.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan ada 3 hal yang harus menjadi perhatian dalam layanan penyeberangan selama periode angkutan Nataru ini, khususnya di lintas Merak-Bakauheni di tengah pandemi Covid-19.

Pertama, saat puncak arus berangkat yang diperkirakan terjadi pada 23 dan 24 Desember 2021. Menurut Budi salah satunya trafik sepeda motor yang biasanya tinggi.

"Mohon agar petugas di lapangan dapat lebih dipersiapkan. Kedua, untuk keselamatan pelayaran dan di kapal, pastikan kendaraan di lashing. Dan juga mohon agar operator penyeberangan agar membatasi kapasitas di kapal demi menjaga kewaspadaan terhadap Covid-19," ujar Menhub.

Sumber : bisnis.com