Sah! Biaya Transfer Antar Bank jadi Rp2.500

Nasabah bertransaksi melalui mesin anjungan tunai mandiri di Tangerang, Banten. - JIBI/Dwi Prasetya
21 Desember 2021 11:17 WIB Dionisio Damara News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA -Biaya transfer antarbank di Indonesia kini semakin murah. Bank Indonesia (BI) resmi meluncurkan BI Fast Payment atau BI Fast, pembayaran ritel nasional yang menggantikan Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) 

Gubernur BI, Perry Warjiyo mengatakan pengembangan BI Fast merupakan tonggak dari transformasi digital sistem pembayaran ritel nasional, yang menjadi bagian dari penerapan Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2025.

"Selamat datang dalam peradaban baru, salah satu cirinya adalah digitalisasi. BI bangga untuk mempersembahkan sistem pembayaran bersama Indonesia, yaitu BI Fast," ujarnya dalam peluncuran BI Fast secara daring, Selasa (21/12/2021). 

Perry mengatakan BI Fast akan beroperasi tanpa henti, berlangsung seketika atau real time, mudah, aman dan murah. Kehadiran BI Fast juga diharapkan mampu mempercepat digitalisasi ekonomi keuangan nasional.

"BI Fast mengintegrasikan ekosistem industri sistem pembayaran secara end-to-end perbankan digital, fintech, e-commerce, dan konsumen," kata Perry.

Layanan BI-Fast akan memungkinkan nasabah melakukan transfer secara daring hanya melalui informasi nomor ponsel atau alamat email penerima.

BI menetapkan batas maksimal transfer lewat BI-Fast sebanyak Rp250 juta, sedangkan minimal transfer Rp1. BI-Fast juga lebih fleksibel dibandingkan sistem pembayaran Real Time Gross Settlement (RTGS), yang menetapkan dana transfer Rp100 juta – Rp250 juta.

Keunggulan BI-Fast adalah waktu penyelesaian pembayaran yang hanya berdurasi sekitar 25 detik. Hal tersebut membedakan dengan model transaksi SKNBI, yang terbatas pada jam-jam tertentu untuk transaksi dalam jumlah besar.

BACA JUGA: Mengapa Anak 6-11 Tahun Perlu Divaksin Covid-19? Ini Penjelasan Medis

Selain itu, penetapan skema harga BI-Fast dari BI ke peserta ditetapkan Rp19 per transaksi, sementara dari peserta ke nasabah ditetapkan maksimal Rp2.500 per transaksi. Nilai ini lebih murah dibandingkan tarif SKNBI yang dipatok maksimum Rp2.900 per transaksi.

Kepesertaan BI-Fast terbuka bagi bank, lembaga selain bank, serta pihak lain sepanjang memenuhi kriteria umum dan khusus yang telah ditetapkan.

Dalam implementasinya, BI telah menetapkan 22 calon peserta BI-Fast tahap pertama yang mulai berlaku hari ini dan 22 calon peserta tahap kedua pada Januari 2022.

BI juga telah menerbitkan ketentuan penyelenggaraan BI-FAST sebagai pedoman bagi para calon peserta maupun peserta BI-FAST.

Pedoman penyelenggaraan BI-Fast tersebut tertuang dalam PADG No. 23/25/PADG/2021 tentang Penyelenggaraan Bank Indonesia - Fast Payment (BI-FAST), efektif berlaku sejak 12 November 2021.

Sumber : Bisnis.com