Semeru Erupsi Lagi, Ini Status Terkini Gunung Berapi di Indonesia

Guguran lava pijar terlihat dari Kecamatan Candipuro, Lumajang, Jawa Timur, Selasa (1/12/2020). Aktivitas Gunung Semeru mengalami peningkatan hingga meluncurkan lava pijar dari Kawah Jonggring Saloko selama lima hari terakhir. ANTARA FOTO - Seno
20 Desember 2021 14:17 WIB Akbar Evandio News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan bahwa Gunung Semeru kembali erupsi pada Senin (20/12) pukul 05.56 WIB.

"Terjadi erupsi Gunung Semeru pada hari Senin, 20 Desember 2021, pukul 05:56 WIB tinggi kolom abu teramati ± 1500 m di atas puncak. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 11 mm dan durasi 433 detik," tulis PVMBG seperti dikutip melalui akun Twitter, Senin (20/12/2021).

Diketahui, Gunung Semeru mengalami erupsi pada Sabtu (4/12) hingga mengakibatkan belasan orang meninggal dunia dan ribuan orang lainnya harus mengungsi.

Adapun, PVMBG telah menaikkan status Gunung Semeru menjadi Level III atau Siaga. Peningkatan status Gunung Semeru menjadi level siaga ini karena aktivitas vulkanik yang masih tinggi.

Selain Gunung Semeru, PVMBG mencatat ada tiga gunung api lainnya di Indonesia yang kini berstatus Siaga atau Level 3.

Gunung Semeru

Gunung api yang berada di Provinsi Jawa Timur ini dalam visualnya terlihat berkabut. Bahkan, asap kawahnya tidak dapat teramati.

Namun, gunug ini terlihat mengalami 1 kali Awan Panas Guguran dengan jarak luncur 3.000 meter arah Besuk Kobokan dan 1 kali Awan Panas Guguran dengan jarak luncur 200 m ke arah Curah Kobokan,

Selain itu, teramati api diam dan sinar api pada saat visual gunungapi terlihat jelas

Kemudian, Semeru mengalami gempa vulkanik yang berkaitan dengan guguran, hembusan asap kawah, pertumbuhan kubah lava, serta aktivitas magma dan tektonik.

PVMBG melaporkan terjadi 1 kali gempa awan panas guguran, 23 kali gempa guguran, 10 kali gempa hembusan, 1 kali gempa vulkanik dangkal, 2 kali gempa tektonik jauh.

Masyarakat diimbau agar tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi).

Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.

Sementara itu, pelaku wisata direkomendasikan tidak beraktivitas dalam radius 5 Km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).

Selain itu, masyarakat dan pelaku wisata diharapkan mewaspadai potensi awan panas guguran (APG), guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan

Gunung Ili Lewotolok

Gunung yang berada di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) ini secara visual tampak jelas hingga berkabut. Teramati asap kawah utama berwarna putih kelabu, dan hitam tipis hingga tebal dengan tinggi sekitar 50 - 1.000 meter dari puncak. Bahkan, terjadi letusan disertai gemuruh dan dentuman lemah hingga sedang. Teramati lontaran material lava pijar sejauh 300 m dari puncak ke arah timur.

Sementara itu, kondisi kegempaan yang terjadi di sana adalah gempa vulkanik yang berkaitan dengan aktivitas magma serta aktivitas tektonik

Perinciannya, 36 kali gempa letusan/erupsi, 113 kali gempa hembusan, 2 kali gempa harmonic, 14 kali gempa tremor non-harmonik, 4 kali gempa vulkanik dangkal, 2 kali gempa tektonik lokal, 28 kali gempa tektonik jauh, dan tremor menerus, serta amplitudo 0.5 mm (dominan 0.5 mm).

Atas kondisi tersebut, masyarakat di sekitar gunung Ili Lewotolok maupun pengunjung, pendaki, dan wisatawan direkomendasikan agar tidak melakukan aktivitas di dalam radius 3 kilometer dari puncak dan kawah.

Lalu, masyarakat Desa Jontona agar selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya longsoran material lapuk yang dapat disertai oleh awan panas dari bagian tenggara puncak atau kawah gunung Ili Lewotolok.

Gunung Sinabung

Dalam laporan PVMBG disebutkan terlihat gunung tengah terlihat berkabut dengan asap kawah yang tidak teramati.

Gunung di Sumatra Utara ini juga tercatat terjadi aktivitas gempa berkaitan dengan aktivitas magma dan aktivitas tektonik dengan 1 kali gempa guguran, 5 kali gempa hybrid/fase banyak, 1 kali gempa tektonik lokal, 4 kali gempa tektonik jauh.

Atas kondisi tersebut, masyarakat dan pengunjung/wisatawan agar tidak melakukan aktivitas pada desa-desa yang sudah direlokasi, serta lokasi di dalam radius radial 3 km dari puncak Gunung Sinabung, serta radius sektoral 5 km untuk sektor selatan-timur, dan 4 km untuk sektor timur-utara dan barat.

Gunung Merapi

Gunung berapi di bagian tengah Pulau Jawa dan merupakan salah satu gunung api teraktif di Indonesia ini dari tampilan visualnya jelas hingga berkabut. Teramati asap kawah utama berwarna putih sedang hingga tebal dengan tinggi sekitar 20-100 meter dari puncak.

Kemudian, gunung yang berada diantara DIY dan Jawa Tengah ini teramati 17 kali guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimum 1.800 meter ke arah barat daya. Adapun, terdengan suara guguran material lava 1 kali dengan intensitas sedang.

Gunung tersebut juga gempa vulkanik yang berkaitan dengan aktivitas magma serta aktivitas tektonik dengan 138 kali gempa guguran, 1 kali gempa hembusan, 19 kali gempa hybrid/fase Banyak, dan 7 kali gempa vulkanik dangkal.

Masyarakat pun diminta agar tidak melakukan kegiatan apapun pada radius 3 km dari puncak, sektor tenggara-barat daya sejauh maksimal 3 km ke arah sungai Woro dan sejauh 5 km ke arah sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, Dan Putih.

Sementara, pelaku wisata direkomendasikan tidak melakukan kegiatan pada daerah potensi bahaya dan bukaan kawah sejauh 5 km dari puncak Gunung Merapi.

Status Waspada

Sementara itu, terdapat 11 gunung api yang saat ini berstatus Waspada atau Level 2.

Perinciannya adalah Ile Werung dan Gunung Sirung di NTT, Gunung Karangetang dan Gunung Soputan, serta Gunung Awu di Sulawesi Utara; Anak Krakatu di Lampung; Gunung Dukono, Gunung Ibu, dan Gunung Gamalama di Maluku Utara; Kerinci di Jambi, dan Bromo di Jawa Timur.

Untuk masyarakat atau pengunjung di sekitar gunung-gunung tersebut, PVMBG mengimbau agar tidak beraktivitas di radius beberapa kilometer dari puncak atau kawah.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia,