Advertisement

PHRI Minta Pemerintah Tidak Ubah Aturan PPKM saat Nataru

Nyoman Ary Wahyudi
Jum'at, 17 Desember 2021 - 07:17 WIB
Sunartono
PHRI Minta Pemerintah Tidak Ubah Aturan PPKM saat Nataru Sekjen Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Maulana Yusran/ Youtube BNPB Indonesia

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) meminta pemerintah tidak mengubah kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) saat periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) menyusul ditemukannya kasus varian B.1.1.529 atau Omicron di Ibu Kota.

Sekretaris Jenderal PHRI Maulana Yusran berharap, pemerintah tidak memperketat mobilitas atau perjalanan dalam negeri seiring kasus Omicron tersebut.

Menurut dia, kebijakan PPKM saat periode libur Nataru itu relatif dapat menjaga keseimbangan di antara pengendalian potensi sebaran Covid-19 dan arus kas pelaku usaha pariwisata di daerah.

“Kami berharap kebijakannya PPKM Nataru tidak terjadi perubahan, kami sudah komit dengan PPKM sesuai dengan perkembangan kasus itu sendiri,” kata Maulana melalui sambungan telepon, Kamis (16/12/2021).

Menurut Maulana, kebijakan PPKM Nataru dapat menjaga momentum pemulihan ekonomi di sektor pariwisata yang sudah lama terkontraksi akibat pembatasan mobilitas masyarakat.

“Dari industri pariwisata kebijakannya sesuai dengan level PPKM-nya saja untuk sekarang, dilonggarkan untuk dapat menjaga pemulihan di sektor pariwisata,” tuturnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Bank Indonesia (BI) optimistis pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV/2021 mampu mencapai 4,5 persen, lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampaikan bahwa dunia saat ini terus memantau perkembangan Covid-19, termasuk varian baru Omicron.

Namun demikian, BI yakin pertumbuhan ekonomi diperkirakan lebih tinggi pada kuartal IV/2021 didorong oleh kembali pulihnya aktivitas perekonomian seiring dengan mobilitas masyarakat yang meningkat.

Di samping itu, Perry mengatakan, perkembangan tersebut juga didorong oleh langkah-langkah penanganan Covid-19 varian Delta yang baik oleh pemerintah.

Advertisement

“Kami lihat pertumbuhan ekonomi di kuartal IV/2021 ini akan terus membaik, kami perkirakan bisa di atas 4,5 persen,” katanya dalam konferensi pers virtual, kamis (16/12/2021).

Perry menjelaskan, beberapa indikator yang menunjukkan perbaikan ekonomi pada kuartal IV/2021, yaitu kenaikan kinerja penjualan eceran, penguatan keyakinan konsumen, serta ekspansi PMI Manufaktur.

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Streaming Starjoja FM
alt

Sambut Hari Kemerdekaan, Pawai Bregada Mengular di Sepanjang Jalan Adisucipto Jogja

Jogja
| Selasa, 16 Agustus 2022, 19:57 WIB

Advertisement

alt

Tiket Masuk Borobudur dan Pulau Komodo Naik, Sandiaga Uno: Tidak Semua Tiket Destinasi Naik!

Wisata
| Senin, 15 Agustus 2022, 23:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement