Laba JARR Milik Haji Isam Rp349,26 Miliar hingga September 2026, Penjualan Rp3,52 T
Jhonlin Agro Raya (JARR) mencatat penjualan Rp3,52 triliun dan laba bersih Rp349,26 miliar hingga September 2026.
Sejumlah alat berat beroperasi di pembangunan akses darurat Tol Trans Jawa di sekitar Kawasan Industri Terpadu Batang di Ketanggan, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Rabu (26/8/2020). /Antara
Harianjogja.com, SEMARANG - Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menawarkan investasi potensial di Jawa Tengah, melalui forum Webinar Indonesia Investment Promotion Center (IIPC) Singapura.
Menurut dia, investasi yang bisa dilirik di Jawa Tengah utamanya sektor pertanian atau agrikultur, manufaktur, pariwisata, infrastruktur, properti, dan energi.
“Peluang investasi tersebut telah melalui proses studi atau kajian oleh masing-masing kabupaten/kota, serta penilaian dan perbaikan oleh Koridor Ekonomi, Perdagangan, Investasi dan Pariwisata Jawa Tengah, atau biasa kita sebut aplikasi Keris Jateng, melalui kegiatan Central Java’s Potential Investment Challenge,” kata Taj Yasin melalui siaran pers yang diterima JIBI, Kamis (16/12/2021).
Peluang investasi yang sudah melalui proses tersebut, kata dia, dikategorikan sebagai proyek yang siap ditawarkan, prospektif, dan potensial.
Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jawa Tengah sudah mengemas seluruh peluang itu, ke dalam Profil Peluang Investasi Jawa Tengah tahun 2021. Total ada 11 proyek investasi yang siap ditawarkan, 28 peluang investasi prospektif, 38 potensi investasi dari seluruh kabupaten/ kota, serta tujuh kawasan industri.
Dia menambahkan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berkomitmen untuk tetap meningkatkan realisasi investasi di masa pandemi Covid-19 ini. Komitmen itu diwujudkan dengan mengikuti kegiatan-kegiatan promosi investasi, salah satunya melalui webinar IIPC.
Webinar IiPC merupakan event promosi investasi berskala internasional, kerja sama antara Pemprov Jawa Tengah dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Singapura, Kementerian Investasi/ Badan Koordinasi Penanaman Modal Republik Indonesia, dan Bank Indonesia.
“Tahun ini target investasi Jawa Tengah sebesar Rp53,53 triliun. Kami optimis mampu memenuhi target tersebut, karena kami mempunyai daya saing dalam hal potensi, dukungan infrastruktur, tenaga kerja, sekaligus komitmen kuat untuk mendorong peningkatan investasi melalui kebijakan proinvestasi,” bebernya.
Menurut Gus Yasin, sapaannya, infrastruktur di Jawa Tengah sudah memadai. Pemerintah menyediakan kawasan-kawasan industri hampir di seluruh wilayah Jawa Tengah. Koneksi transportasi antarwilayah juga mudah.
“Di Cilacap, yang saat ini juga kita kembangkan dengan pembangunan Insyaallah nanti terkoneksi dengan jalur darat atau tol, yang kita koneksikan mulai dari Kabupaten Brebes sampai ke Kabupaten Cilacap. Sehingga itu akan lebih memudahkan transportasi di kawasan Jateng. Juga kalau kita bicara tentang kereta api, alhamdulillah semua jalur sudah dilewati dengan jalur kereta api,” katanya.
Selain faktor-faktor tersebut, Jawa Tengah juga senantiasa menjaga iklim politik yang sejuk, sehingga memberikan kenyamanan bagi investor. Masyarakatnya pun mendukung meningkatnya pertumbuhan ekonomi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Jhonlin Agro Raya (JARR) mencatat penjualan Rp3,52 triliun dan laba bersih Rp349,26 miliar hingga September 2026.
KPK memeriksa sejumlah saksi dari pihak swasta untuk mendalami dugaan aliran uang kepada oknum di BNPB dalam kasus korupsi dana siap pakai.
Pemkot Jogja menyiapkan Rp1 miliar pada 2027 untuk mengembangkan integrated farming di Bener sebagai pusat edukasi dan produksi pangan.
Apple mengakui laporan layar bagian dalam iPhone Duo retak di sekitar engsel. Pengguna terdampak dapat mengajukan penggantian melalui AppleCare.
Konsumsi minuman manis berlebihan dapat meningkatkan risiko fatty liver. Dokter menjelaskan penyebab, gejala, risiko, dan cara mencegahnya.
Bahlil menyebut ekspor listrik Indonesia bisa berlanjut jika negara pembeli menyepakati harga. Pemerintah tetap memprioritaskan kebutuhan domestik.