Siswi Sekolah Rakyat Sragen Meninggal, Sempat Demam dan Kejang
Siswi Sekolah Rakyat Sragen meninggal setelah demam, muntah, dan kejang. Ia sempat menjalani pemeriksaan sebelum dirujuk ke rumah sakit.
Logo Pfizer terlihat di lokasi pemasok global di Havant, Britain, Senin (1/2/2021)./Antara-Reuters\r\n
Harianjogja.com, JAKARTA - Pfizer baru-baru ini mengonfirmasi bahwa pil barunya mampu mencegah penyakit parah pada hampir 90 persen pasien Covid. Dikenal dengan Paxlovid, pil ini pada akhirnya dapat ditawarkan kepada siapa saja yang dites positif Covid, dengan tujuan mengurangi jumlah rawat inap dan kematian akibat Covid.
Melansir Woman\'s World, Rabu (15/12/2021), untuk studi ini, para peneliti melibatkan 2.246 sukarelawan yang tidak divaksinasi Covid-19, yang berisiko lebih besar terkena penyakit parah akibat Covid.
Sebanyak 1.376 perserta terinfeksi virus, dan dalam tiga hingga lima hari setelah gejala berkembang, mereka diberi pil Covid atau plasebo. Total 679 peserta yang menerima pil Covid, sementara 682 peserta menerima plasebo.
Hasilnya, peserta yang minum pil Covid dalam waktu tiga hari setelah gejala berkembang memiliki risiko 89 persen lebih rendah untuk di rawat rumah sakit dan kematian, dan pasien yang meminumnya dalam lima hari mengurangi risiko mereka sebesar 88 persen.
Peserta yang minum plasebo, 6,5 persen dirawat di rumah sakit dan meninggal. Sebaliknya,hanya 0,7 persen pasien yang minum pil Covid dirawat di rumah sakit dalam waktu 28 hari setelah memasuki uji coba dan tidak ada dari mereka yang meninggal.
Ini bukanlah satu-satunya bukti bahwa pil Covid ini sukses. Pfizer tengah melakukan uji coba lain yang difokuskan pada mereka yang memiliki risiko penyakit parah yang lebih rendah.
Studi itu mencakup sukarelawan yang telah divaksinasi dengan faktor risiko yang meningkatkan kemungkinan penyakit parah, dan sukarelawan yang tidak divaksinasi tanpa faktor risiko. Data awal dari penelitian itu menunjukkan bahwa Paxlovid, pil Covid Pfizer mengurangi risiko rawat inap dan kematian hingga 70 persen.
Pfizer juga mengklaim, pil Covid mereka mungkin efektif melawan varian Omicron. Namun, masih dibutuhkan lebih banyak penelitian untuk mengonfirmasi, meskipun data awal menjanjikan.
Lantas, bagaimana cara kerja Paxlovid?
Paxlovid adalah penghambat protease. Sebagai informasi, virus SARS-CoV-2 membutuhkan protease untuk membuat salinan dirinya sendiri dan berkembang biak, sehingga dengan menghambat enzim ini Paxlovid mengurangi viral load orang yang terinfeksi, memberi waktu pada sistem kekebalan tubuh mereka untuk melawan virus.
Apabila FDA menyetujui atau mengizinkan pengobatan, Paxlovid akan menjadi obat antivirus oral pertama dari jenisnya, menurut Pfizer.
Nantinya, dokter bisa meresepkannya sebagai perawatan di rumah, yang mungkin saja tidak hanya mengurangi keparahan penyakit, tetapi juga mengurangi kemungkinan orang yang terinfeksi menyebarkan virus ke orang lain.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Siswi Sekolah Rakyat Sragen meninggal setelah demam, muntah, dan kejang. Ia sempat menjalani pemeriksaan sebelum dirujuk ke rumah sakit.
Wisata edukasi Madukismo mengajak pengunjung naik kereta lawas menyusuri pabrik dan melihat proses tebu hingga menjadi kristal gula.
Sebanyak 17.800 personel gabungan Polda Metro Jaya, Kodam Jaya dan Pemprov DKI mengamankan laga Persija vs Persib di GBK.
Abujapi DIY menyiapkan 21 asesor untuk menguji kompetensi sekitar 14.000 Satpam demi memperkuat keamanan pariwisata dan investasi.
Pemerintah Kabupaten Klaten mengalokasikan anggaran melalui APBD Perubahan 2026 untuk sejumlah program prioritas. Salah satunya penanganan sampah di TPA
Sebanyak 35 provinsi diberi ruang untuk membawa dan menawarkan produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) masing-masing dalam pameran