Kematian karena Covid-19 di Amerika Serikat Tembus 800.000 Jiwa

Petugas medis merawat pasien Covid-19 di Unit Perawatan Intensif (ICU) Rumah Sakit Scripps Mercy, di Chula Vista, California, Amerika Serikat, Selasa (12/5/2020). - Antara/Reuters
15 Desember 2021 21:07 WIB John Andhi Oktaveri News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA--Jumlah kematian akibat Covid-19 di Amerika Serikat melewati angka 800.000 sekaligus menjadi rekor dunia yang dulu tak terbayangkan mengingat lebih dari 200.000 nyawa hilang setelah vaksin tersedia musim semi lalu.

Angka tersebut mewakili jumlah korban tertinggi yang dilaporkan dari negara mana pun di dunia, dan kemungkinan angka itu bahkan lebih tinggi lagi sebagaimana dikutip TheGuardian.com, Rabu (15/12/2021).

AS menyumbang sekitar 4 persen dari populasi dunia, tetapi sekitar 15 persen dari 5,3 juta kematian yang diketahui akibat virus Corona sejak wabah dimulai di China dua tahun lalu.

Tonggak sejarah yang suram itu muncul ketika dunia bersiap untuk peningkatan kasus varian Omicron baru. Sedangkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan bahwa varian itu menyebar pada tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Dirjen WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan kepada wartawan kemarin bahwa varian tersebut telah terdeteksi di 77 negara dan mungkin ada di sebagian besar negara di seluruh dunia.

Omicron pertama kali terdeteksi oleh Afrika Selatan dan dilaporkan ke WHO pada 24 November lalu. Varian baru itu menimbulkan ancaman baru karena mulai mewabah di AS, meskipun para ahli belum yakin seberapa berbahayanya virus tersebut.

Jumlah kematian Covid-19 di AS, yang disusun dan dirilis oleh Universitas Johns Hopkins kemarin, hampir sama dengan gabungan populasi Atlanta dan St Louis, atau gabungan Minneapolis dan Cleveland. 

Jumlah itu kira-kira setara dengan berapa banyak orang Amerika yang meninggal setiap tahun karena penyakit jantung atau stroke.

Model peramalan yang diawasi ketat dari University of Washington memproyeksikan total lebih dari 880.000 kematian yang dilaporkan di AS pada 1 Maret tahun depan.

Sumber : JIBI/Bisnis.com