Advertisement

Gempa Magnitudo 7,8 di Laut Flores Pernah Picu Tsunami, 2.500 Orang Meninggal

Miftahul Ulum
Selasa, 14 Desember 2021 - 12:17 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
Gempa Magnitudo 7,8 di Laut Flores Pernah Picu Tsunami, 2.500 Orang Meninggal Pemasangan alat pendeteksi tsunami BUOY di sekitar perairan Gunung Anak Krakatau. Foto: bppt_ri

Advertisement

Harianjogja.com, SURABAYA - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika mengeluarkan peringatan dini tsunami untuk wilayah Maluku, NTB, NTT, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara pasca gempa yang melanda wilayah Larantuka, NTT.

"Gempa magnitudo 7,5, 14 Desember 2021, 10:20:22 WIB, lokasi 7,59 LS, 122,26 BT (112 km Barat laut Larantuka-NTT), kedalaman 12 Km," tulis peringatan yang diunggah, Selasa (14/12/2021).

Dalam status peringatan tersebut juga disimulasikan tinggi laut 0,5-3 meter (siaga) dan 0-0,5 m (waspada).

Koordinator Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG Daryono menjelaskan magnitudo gempa 7,5 SR. "Arahan BMKG ikuti arahan peringatan dini tsunami dari BPBD, BNPB dan BMKG," demikian unggahannya.

Sementara pada 12 Desember 2021, gempa 5,7 SR di Maluku merusak 21 rumah di tiga desa di Kecamatan Damer, Kabupaten Maluku Barat Daya.

Adapun pada 12 Desember 1992, gempa 7,8 SR di Laut Flores membangkitkan tsunami menyebabkan 2.500 orang meninggal, 500 orang hilang, lebih dari 500 orang luka-luka dan lebih dari 5.000 orang mengungsi. Gempa dan tsunami ini merusak lebih dari 18.000 rumah.

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Streaming Starjoja FM
alt

Duh, dari Ribuan Perusahaan di Bantul, Baru 16 Tempat yang Mempekerjakan Difabel

Bantul
| Kamis, 18 Agustus 2022, 21:57 WIB

Advertisement

alt

Paspor Indonesia Tanpa Kolom Tanda Tangan untuk Permohonan Visa Jerman Tetap Diproses

Wisata
| Kamis, 18 Agustus 2022, 15:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement