Terungkap! Motif Bayi Ditinggal di KA Sancaka Solo, Ini Kronologinya
Polisi ungkap kasus bayi dibuang di KA Sancaka Solo. Dua orang tua kandung jadi tersangka, ini kronologi lengkap dan motifnya.
HIV/AIDS/Pixabay
Harianjogja.com, SUKOHARJO—Puluhan pelajar di Sukoharjo dinyatakan positif mengidap HIV/AIDS berdasarkan data dinas kesehatan (dinkes) setempat hingga 2021 ini.
Dinkes mengakui tren persebaran penyakit HIV/AIDS di Sukoharjo terus meningkat setiap tahunnya. Tercatat, pada 2021 sebanyak 41 pelajar di Sukoharjo telah terjangkit penyakit yang belum bisa disembuhkan tersebut.
Plt. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sukoharjo, Yunia Wahdiyati, menuturkan sepanjang perjalanan pendataan oleh Dinkes, hingga 2021 tercatat ada 727 orang terdeteksi positif HIV/AIDS.
Data tersebut masing-masing sebanyak 372 orang positif HIV dan 355 orang positif AIDS. “Kalau melihat dari data memang trennya itu terus meningkat. Tapi perbedaannya adalah yang ditemukan HIV itu lebih tinggi daripada AIDS,” ungkap Yunia.
Yunia mengatakan kondisi itu menunjukkan deteksi penyakit HIV/AIDS kini lebih cepat sehingga penanganannya juga lebih cepat. Menurut Yunia, pendataan warga yang terjangkit HIV/AIDSmasih diklasifikasikan berdasarkan sejumlah indikator.
Berdasarkan usia ia menilai warga yang paling banyak terjangkit yakni usia produktif 20 tahun hingga 30 tahun sebanyak 218 kasus dan 30-40 tahun sebanyak 219 kasus. Sementara berdasarkan profesi, kalangan karyawan menjadi yang terbanyak dengan 235 kasus. “Kemudian ada dari kalangan wiraswasta dan buruh serabutan juga tinggi angka yang terdeteksi positif,” ungkapnya.
Yang lebih mengejutkan berdasarkan temuan Dinkes Sukoharjo, di samping kalangan usia produktif yang terjangkit HIV/AIDS, puluhan pelajar juga terjangkit. Sebanyak 41 pelajar Sukoharjo terdeteksi mengidap HIV/AIDS yang menyerang sistem kekebalan manusia itu.
Yunia menilai rata-rata pelajar itu terjangkit karena faktor gaya hidup seks bebas. “Kami memang mendeteksi banyak juga pelajar yang positif. Ada 41 orang yang sudah dideteksi. Penyebabnya macam-macam, ada yang seks bebas, terkontaminasi jarum tato, dan obat terlarang. Angka ini sangat tinggi menurut kami,” terangnya beberapa waktu lalu.
Tren yang meningkat ini menurutnya akan ditindaklanjuti Dinkes Sukoharjo melalui berbagai upaya. Salah satunya sistem edukasi yang disesuaikan kalangan masyarakat. Sehingga diharapkan bisa mencegah penularan HIV/ADIS di Sukoharjo.
Terpisah, Koordinator Yayasan Sahabat Sehat Mitra Sebaya (Yasema) Sukoharjo, Garis Subandi, menilai banyaknya pelajar yang terjangkit HIV/Aids juga dipengaruhi perkembangan era teknologi saat ini. Perkembangan sejumlah aplikasi media sosial dinilai berperan membentuk pola pikir pelajar untuk mengikuti gaya hidup berisiko.
Ia berharap ada intervensi dari institusi sekolah dan keluarga dalam edukasi antisipasi. “Tidak bisa dimungkiri kemajuan teknologi ini menjadi dua mata pisau. Kalau digunakan dengan baik akan baik juga. Sebaliknya, banyak peningkatan risiko seperti penularan HIV/AIDS yang terjadi karena kemajuan teknologi,” jelasnya.
Ia mencontohkan salah satunya aplikasi pencarian jodoh bisa menjadi sasaran target. Mereka menjadi korban seksual yang bisa berujung tertular HIV/AIDS. “Makanya perlu intervensi untuk edukasi pencegahan risiko penularan,” ujar Garis.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Solopos
Polisi ungkap kasus bayi dibuang di KA Sancaka Solo. Dua orang tua kandung jadi tersangka, ini kronologi lengkap dan motifnya.
Mario Aji gagal finis di Moto2 Jerman 2026 usai crash di Sachsenring. Simak klasemen terbaru yang masih dipimpin Manuel Gonzalez.
Kia tarik 500 ribu SUV Telluride di AS karena sakelar kursi bisa picu kebakaran. Gagal diperbaiki dua kali, kini Kia pasang sekering elektronik.
Ada 15 jenis colokan dunia! Indonesia pakai Type C & F, Amerika Type A, Inggris Type G. Kenapa tidak diseragamkan? Simak sejarah dan faktanya di sini.
Sampah mulai mencemari kawasan Jembatan Kabanaran Kulonprogo hingga masuk saluran irigasi. DLH mengingatkan PKL dan pengunjung lebih peduli kebersihan.
Celine Evangelista mengaku telah menikah lagi dengan pria saleh. Ia beralasan mengikuti sifat taghaful dalam Islam, cukup syiarkan ke keluarga dan sahabat terde