Sejarah Terboyo Terkuak dari Peta Kuno Semarang Tahun 1695
Peta kuno karya MD Roy tahun 1695 mengungkap nama Terboyo telah tercatat sebelum era Bupati Suryadi Menggolo V.
HIV/AIDS/Pixabay
Harianjogja.com, SUKOHARJO—Puluhan pelajar di Sukoharjo dinyatakan positif mengidap HIV/AIDS berdasarkan data dinas kesehatan (dinkes) setempat hingga 2021 ini.
Dinkes mengakui tren persebaran penyakit HIV/AIDS di Sukoharjo terus meningkat setiap tahunnya. Tercatat, pada 2021 sebanyak 41 pelajar di Sukoharjo telah terjangkit penyakit yang belum bisa disembuhkan tersebut.
Plt. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sukoharjo, Yunia Wahdiyati, menuturkan sepanjang perjalanan pendataan oleh Dinkes, hingga 2021 tercatat ada 727 orang terdeteksi positif HIV/AIDS.
Data tersebut masing-masing sebanyak 372 orang positif HIV dan 355 orang positif AIDS. “Kalau melihat dari data memang trennya itu terus meningkat. Tapi perbedaannya adalah yang ditemukan HIV itu lebih tinggi daripada AIDS,” ungkap Yunia.
Yunia mengatakan kondisi itu menunjukkan deteksi penyakit HIV/AIDS kini lebih cepat sehingga penanganannya juga lebih cepat. Menurut Yunia, pendataan warga yang terjangkit HIV/AIDSmasih diklasifikasikan berdasarkan sejumlah indikator.
Berdasarkan usia ia menilai warga yang paling banyak terjangkit yakni usia produktif 20 tahun hingga 30 tahun sebanyak 218 kasus dan 30-40 tahun sebanyak 219 kasus. Sementara berdasarkan profesi, kalangan karyawan menjadi yang terbanyak dengan 235 kasus. “Kemudian ada dari kalangan wiraswasta dan buruh serabutan juga tinggi angka yang terdeteksi positif,” ungkapnya.
Yang lebih mengejutkan berdasarkan temuan Dinkes Sukoharjo, di samping kalangan usia produktif yang terjangkit HIV/AIDS, puluhan pelajar juga terjangkit. Sebanyak 41 pelajar Sukoharjo terdeteksi mengidap HIV/AIDS yang menyerang sistem kekebalan manusia itu.
Yunia menilai rata-rata pelajar itu terjangkit karena faktor gaya hidup seks bebas. “Kami memang mendeteksi banyak juga pelajar yang positif. Ada 41 orang yang sudah dideteksi. Penyebabnya macam-macam, ada yang seks bebas, terkontaminasi jarum tato, dan obat terlarang. Angka ini sangat tinggi menurut kami,” terangnya beberapa waktu lalu.
Tren yang meningkat ini menurutnya akan ditindaklanjuti Dinkes Sukoharjo melalui berbagai upaya. Salah satunya sistem edukasi yang disesuaikan kalangan masyarakat. Sehingga diharapkan bisa mencegah penularan HIV/ADIS di Sukoharjo.
Terpisah, Koordinator Yayasan Sahabat Sehat Mitra Sebaya (Yasema) Sukoharjo, Garis Subandi, menilai banyaknya pelajar yang terjangkit HIV/Aids juga dipengaruhi perkembangan era teknologi saat ini. Perkembangan sejumlah aplikasi media sosial dinilai berperan membentuk pola pikir pelajar untuk mengikuti gaya hidup berisiko.
Ia berharap ada intervensi dari institusi sekolah dan keluarga dalam edukasi antisipasi. “Tidak bisa dimungkiri kemajuan teknologi ini menjadi dua mata pisau. Kalau digunakan dengan baik akan baik juga. Sebaliknya, banyak peningkatan risiko seperti penularan HIV/AIDS yang terjadi karena kemajuan teknologi,” jelasnya.
Ia mencontohkan salah satunya aplikasi pencarian jodoh bisa menjadi sasaran target. Mereka menjadi korban seksual yang bisa berujung tertular HIV/AIDS. “Makanya perlu intervensi untuk edukasi pencegahan risiko penularan,” ujar Garis.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Solopos
Peta kuno karya MD Roy tahun 1695 mengungkap nama Terboyo telah tercatat sebelum era Bupati Suryadi Menggolo V.
KY memastikan seleksi hakim agung dan hakim ad hoc MA 2026 transparan. Publik bisa memantau proses dan memberi informasi rekam jejak calon.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 12 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Kereta pertama berangkat 05.05 WIB, tarif tetap Rp8.000.
PSEL Piyungan ditargetkan groundbreaking Desember 2026. Proyek senilai Rp2,5 triliun-Rp3 triliun ini mulai dibangun Januari 2027.
Polisi menyiagakan puluhan personel setelah massa membakar sejumlah kantor pemerintah di Ilaga, Puncak, Papua Tengah.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 12 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000.