AI Muse Tembus 1,8 Juta Unduhan, Ini Keunggulannya
Muse AI mencatat 1,8 juta unduhan di AS dan Kanada dalam 12 hari, melampaui ChatGPT. Ini fitur fleksibilitas, keamanan, dan kapabilitasnya.
Vial vaksin Covid-19./Antara
Harianjogja.com, JAKARTA - Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) menyarankan semua orang berusia 18 tahun ke atas yang telah menerima vaksinasi Covid-19 mendapatkan booster. Rekomendasi ini ditegaskan kembali semenjak kemunculan varian Omicron.
Sebagaimana dilansir Healthline, Kamis (9/12/2021), ahli penyakit menular Vanderbilt University di Tennessee William Schaffner menuturkan, bila Anda sudah mendapatkan salah satu vaksin mRNA, Pfizer atau Moderna, Anda bisa mendapatkan booster 6 bulan setelah mendapatkan dosis kedua Anda.
Niat utamanya tentu untuk memperkuat kapasitas sistem imun, mencegah penyakit serius dan mencegah rawat inap.
Suntikan booster pada dasarnya membangun kekebalan yang diberikan dalam seri vaksinasi Covid-19.
Kepala Penyakit Menular Pediatrik di University of California Dean A. Blumberg menjelaskan, setelah kita divaksinasi, maka kita memiliki sel T memori yang dibuat.
"Dan, bila kita mengekspos mereka ke antigen lagi, maka ini akan menghasilkan sel T yang berlipat ganda dan mereka membentuk lebih banyak antibodi dan lebih banyak sel," kata Dean.
Lebih lanjut Dean menuturkan, dosis kekebalan berkurang setelah 6 bulan untuk mereka yang berusia 65 tahun ke atas, sehingga ada peningkatan angka rawat inap dengan infeksi terobosan.
Namun menurutnya, memori kekebalan tetap kuat dan itulah alasannya mengapa satu dosis tambahan menghasilkan respons kekebalan yang sangat kuat.
Lantas apakah ini artinya kita membutuhkan booster setiap tahunnya?
Baik William maupun Dean, keduanya mengatakan masih terlalu dini untuk mengatakan seberapa sering booster mungkin diperlukan. Namun, suntikan Covid-19 mungkin perlu dilakukan pada frekuensi tertentu selama bertahun-tahun ke depan.
Untuk mengantisipasi booster yang diperlukan, William mengatakan para ilmuwan vaksin saat ini tengah menggabungkan vaksin influenza dengan vaksin Covid-19.
"Soal rekomendasi apakah ada booster tahunan, mereka akan menyiapkan vaksin kombinasi saat itu," ungkapnya.
Sementara itu, Dean mengatakan gagasan suntikan booster Covid-19 yang diberikan pada frekuensi yang sama dengan vaksin influenza setiap tahunnya adalah suatu kemungkinan.
Dean berharap bahwa Covid-19 akan ada bersama kita selamanya dan ini tidak dapat dihilangkan kecuali ada terobosan luar biasa dalam pengembangan vaksin. Dan pada akhirnya, menurut Dean, Covid akan sangat mirip dengan influenza.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Muse AI mencatat 1,8 juta unduhan di AS dan Kanada dalam 12 hari, melampaui ChatGPT. Ini fitur fleksibilitas, keamanan, dan kapabilitasnya.
Tarif listrik kuartal IV 2026 segera ditetapkan. Bahlil Lahadalia memberi sinyal tarif listrik kemungkinan tidak mengalami kenaikan.
Dua harimau Sumatra lahir di Kebun Binatang Fort Worth, Texas, menjadi simbol komitmen konservasi dan persahabatan Indonesia-AS.
Pilur Bantul di 30 kalurahan berjalan lancar. DPRD meminta lurah terpilih merangkul semua elemen dan menjaga kebersamaan warga.
Malioboro full pedestrian akhir November 2026 dikhawatirkan membuat ojol terlambat mengambil order makanan dan berdampak pada performa driver.
Pemerintah menyiapkan isu strategis untuk pembahasan RUU Pemilu bersama Panja DPR, termasuk parliamentary threshold, dapil hingga AI.