Advertisement
Studi: Orang yang Pernah Kena Covid-9 Terlindungi dari Sakit Berat akibat Reinfeksi
Tenaga kesehatan mendorong brankar dari ruangan bekas isolasi pasien Covid-19 di Rumah Sakit Aisyiyah, Kudus, Jawa Tengah, Kamis (26/8/2021). Rumah sakit setempat menutup ruang isolasi untuk pasien Covid-19 menyusul turunnya angka kasus Covid-19 di wilayah itu, sementara jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 per 26/8/2021 sebanyak 29 orang, lima orang diantaranya dirawat dan 24 orang isolasi mandiri. - Antara
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Penelitian terbaru dari Qatar menyebut orang yang pernah terkena Covid-19 dapat terlindungi dari sakit berat dan kematian akibat infeksi berikutnya dengen persentase mencapai 90 persen.
Salah satu ketakutan yang sering menghinggapi orang yang sedang dan sudah sembuh dari Covid-19 adalah terinfeksi ulang atau reinfeksi.
Advertisement
Apalagi, hingga saat ini risiko bila terjadi reinfeksi belum diketahui pasti.
Dikutip dari akun dokter Adam Prabata @adamprabata, Selasa (7/12/2021), kemampuan perlindungan infeksi alami Covid-19 mencapai 90 persen terhadap sakit berat dan kematian pada infeksi berikutnya (reinfeksi).
Reinfeksi adalah infeksi kedua atau lebih pada orang yang telah sembuh dari infeksi pertama oleh penyebab yang sama.
Adam menyebut, mengutip hasil penelitian Abu-Raddad tahun 2021, bahwa kemampuan perlindungan infeksi alami Covid-19 terhadap sakit berat, kritis dan kematian akibat Covid-19 sekitar 90 persen.
Data tersebut diperoleh dari perbandingan orang yang belum pernah terinfeksi Covid-19 dengan orang yang sudah pernah terinfeksi.
Kemudian, perlindungan infeksi alami oOvid-19 terhadap kemungkinan reinfeksi sekitar 80,5 persen berdasarkan penelitian di Denmark, dan Inggris berkisar 83 persen hingga 89 persen.
Namun, Adam menyebut, belum ada data penelitian perlindungan alami terhadap kemungkinan reinfeksi varian Omicron.
“Perlindungan alami belum diketahui pasti, namun terdapat 2,39 kali lebih tinggi peningkatan risiko reinfeksi pada periode kemunculan varian Omicron,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Listrik Kuba Kembali Padam Saat Tekanan Krisis Energi Meningkat
- Ledakan Petasan di Pamekasan Bongkar Produksi Berdaya Ledak Tinggi
- China Desak Penghentian Konflik Timur Tengah Saat Idulfitri
- Konflik Gas Iran-Qatar Picu Lonjakan Harga, Trump Berubah Arah
- Di Momen Lebaran Vladimir Putin Soroti Peran Muslim Rusia
Advertisement
Satpol PP Masih Temukan Wisatawan Merokok dan Otoped di Malioboro
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Kebijakan WFH Satu Hari Dinilai Belum Berdampak pada Penghematan BBM
- Tol Kalikangkung Dipenuhi Kendaraan, Arus Masuk Terus Tinggi
- Stok 12 Komoditas Utama Pangan di Jogja Mencukupi
- Prabowo Subianto Ultimatum Lembaga Penegak Hukum untuk Berbenah Diri
- Investor Kereta Gantung Prambanan Siap Paparan ke Pemda DIY
- KAI Prediksi Puncak Arus Balik Kereta Api Mulai Terjadi Minggu Ini
- Malam Ini Pedagang Dipindah, Pasar Wage Purwokerto Mulai Berubah
Advertisement
Advertisement







