Advertisement

Vaksin Booster dan Vaksin Dosis 3 Ternyata Beda, Ini Penjelasannya

Mia Chitra Dinisari
Rabu, 08 Desember 2021 - 00:37 WIB
Budi Cahyana
Vaksin Booster dan Vaksin Dosis 3 Ternyata Beda, Ini Penjelasannya Petugas kesehatan menyuntikkan Covid-19 kepada warga di Sentra Vaksinasi Covid-19, Gelanggang Remaja Pulogadung Jakarta Timur. - Antara

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA - Pemerintah akan memberikan vaksin Covid-19 dosis ketiga mulai Januari 2022 dengan skema gratis dan pembayaran. Menurut ahlih, istilah vaksin booster berbeda dengan vaksin dosis ketiga.

Dokter menggunakan istilah dosis ketiga vaksin untuk merujuk pada orang dengan sistem kekebalan yang terganggu yang mungkin tidak mendapatkan tingkat perlindungan yang mereka butuhkan dari dua dosis pertama. Dosis ketiga memberikan tingkat kekebalan itu.

Sementara itu, suntikan booster direkomendasikan karena kekhawatiran bahwa efektivitas vaksin menurun seiring waktu dan mungkin tidak melindungi dari strain baru, seperti Delta atau yang saat ini sedang ramai yakni Omicron.

PROMOTED:  Resmikan IKM di Umbulharjo, Dinas Perinkopukm Jogja Berharap IKM Naik Kelas

“Vaksin dosis ketiga itu yang disebut vaksin ekstra untuk orang dengan daya tahan tubuh rendah, bukan booster, yang hanya diberikan sebagai suntikan tambahan karena sudah tua atau punya penyakit kronis,” kata Joseph Kontra, pejabat Kesehatan Umum Lancaster, Inggris.

Richard Martinello, spesialis penyakit menular Yale Medicine dan profesor di Yale School of Medicine, mengatakan dosis vaksinasi dapat digambarkan sebagai bagian dari seri 'utama' atau dosis 'peningkat'," 

“Tujuan dari seri utama adalah untuk memperkuat sistem kekebalan untuk mengembangkan kekebalan terhadap patogen target, sedangkan tujuan dari dosis penguat adalah untuk meningkatkan kekebalan yang sudah ada untuk memastikan perlindungan yang berkelanjutan terhadap patogen.” ujarnya dilansir dari Verywell.

Untuk individu yang tidak mengalami gangguan kekebalan, dua dosis vaksin sudah cukup untuk memberi mereka kekebalan dari Covid-19. Karena perlindungan mereka terhadap infeksi berkurang seiring waktu, dosis “penguat” mungkin direkomendasikan.

Namun, individu dengan gangguan kekebalan sedang hingga parah mungkin tidak membangun tingkat kekebalan yang sama dengan satu atau dua dosis vaksin Covid-19. Ini berarti bahwa dosis "tambahan" atau dosis ketiga diperlukan untuk membantu mereka membangun perlindungan yang memadai.

Advertisement

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : JIBI/Bisnis.com

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Advertisement

alt

Update Stok Darah PMI DIY Hari Ini 6 Oktober 2022

Jogja
| Kamis, 06 Oktober 2022, 11:07 WIB

Advertisement

alt

Satu-satunya di Kabupaten Magelang, Wisata Arung Jeram Kali Elo Terus Dikembangkan

Wisata
| Kamis, 06 Oktober 2022, 07:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement