Hadapi Nataru, Bupati Kustini Minta Masyarakat Waspadai Omicron

Ilustrasi. - Freepik
03 Desember 2021 20:27 WIB Bernadheta Dian Saraswati News Share :

Harianjogja.com, SLEMAN-Kemunculan virus Covid-19 varian baru, Omicron, meresahkan masyarakat Indonesia. Pemerintah Daerah mengimbau agar warganya waspada dan tetap mematuhi protokol kesehatan untuk terhindar dari virus tersebut. 

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo meminta masyarakat berhati-hati terhadap varian baru tersebut, terlebih menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022. "Kita sekarang harus bersiap dan tentunya berhati-hati. Jadi kita sedang mencermati terus kemungkinan varian baru ini merajalela ke mana-mana," ungkap Kustini saat dikonfirmasi, Jumat (3/12/2021).

Kustini menuturkan dari berbasis kajian yang dilakukan oleh peneliti, bahwa varian B.1.1.529 Omicron ini bukan sekadar baru, tapi juga ini berpotensi menjadi masalah besar.

Kustini meminta masyarakat untuk tetap waspada dan menerapkan protokol kesehatan  dengan ketat. meskipun varian baru Omicron belum ditemukan di Indonesia. "Meskipun [Sleman] sudah level 2, kita minta kepada sedelur semua agar semuanya tetap menjaga prokes. Tugas kita saat ini jangan sampai lengah dan kita menghadapi Nataru semua harus siaga," kata Kustini.

"Saya sudah perintahkan [dinas] pariwisata untuk berkoordinasi lintas sektoral untuk mengawasi tempat-tempat yang dimungkinkan ada kerumunan," tambah Kustini.

Lebih lanjut Kustini mengatakan, tempat-tempat wisata di wilayah Sleman tetap dibuka saat libur Nataru 2022. Dia pun telah menyiapkan sejumlah antisipasi agar tak terjadi lonjakan kasus Covid-19.

Baca juga: Ini Enam Info Penting soal Varian Omicron Menurut WHO

"Yang jelas jumlah orang itu akan menjadi perhatian kami. Termasuk nanti penerapan ganjil-genap kendaraan selama libur nataru," terang Kustini.

Sebelumnya, Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO mengumumkan varian Omicron sebagai Variant of Concern (VOC) atau varian yang menjadi perhatian sehingga patut diwaspadai.

Pasca penetapan varian asal Afrika Selatan ini, sejumlah negara termasuk Indonesia melakukan upaya pencegahan dengan menutup bandara dari kedatangan WNA dari negara yang sudah terdeteksi Omicron.

Sementara itu, Ketua Pokja Genetik FKKMK UGM, dr. Gunadi,Sp.BA., Ph.D., mengatakan warga masyarakat tidak perlu khawatir secara berlebihan dengan adanya varian omicron. Namun begitu tetap waspada apabila varian ini masuk dan terdeteksi di Indonesia. “Masyarakat sebaiknya tetap waspada tapi tidak perlu khawatir berlebihan. Apalagi pemerintah sudah melakukan langkah-langkah preventif termasuk menutup bandara untuk WNA dari negara dimana varian omicron terdeteksi,” kata Gunadi.

Soal ketidakkekhawatiran berlebihan menurut Gunadi disebabkan virus covid-19 akan terus bermutasi dengan memunculkan varian-varian baru dengan tingkat keganasan dan daya penularan yang berbeda satu sama lain. Namun demikian, sepanjang pengetahuannya, varian Omicron belum terbukti lebih menular dan berbahaya dari varian Delta. “Belum ada bukti yang kuat. Yang ada buktinya adalah reinfeksi, tapi itupun masih minimal buktinya,” paparnya.

Meski masih minim penelitian tentang varian ini, namun ia sepakat dengan rekomendasi dari WHO yang menyarankan agar varian baru ini patut diwaspadai. “Tetap diminta waspada oleh WHO,” jelasnya.

Menurutnya vaksin dan  penerapan protokol kesehatan ketat menjadi kunci dalam mencegah penularan tiap ada varian baru covid-19. Ia tetap yakin keduanya sebagai cara efektif untuk mencegah infeksi varian omicron apalagi belum terbukti bahwa omicron kebal terhadap vaksin. “Sampai sekarang belum ada bukti yang menyatakan bahwa vaksin tidak efektif untuk omicron. Perlu waktu untuk membuktikannya,”tegasnya.