BMKG Deteksi Siklon Tropis Paddy di Selatan Jateng, Apa Dampaknya

Lidah petir menjalar di langit Jakarta, Sabtu (1/4). - Antara/Muhammad Adimaja
24 November 2021 12:27 WIB Fitri Sartina Dewi News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mendeteksi siklon tropis Paddy di Samudera Hindia selatan, Jawa Tengah dan memiliki dampak terhadap cuaca Indonesia.

BMKG menyebut pada Selasa (23/11) pukul 07.00 WIB posisi atau koordinat siklon tropis Paddy ini adalah 13.6 LS, 107.5 BTm sekitar 730 kilometer sebelah selatan barat daya Cilacap.

"Arah gerak, Barat, kecepatan 3 knots (5 km/jam) bergerak menjauhi wilayah Indonesia," demikian keterangan BMKG dikutip dari laman resmi, Rabu (24/11/2021).

Kekuatan siklon tropis Paddy ini adalah 40 knots atau sekitar 75 kilometer per jam dan tekanan 995 hPa.

BMKG memprediksi pada Rabu (24/11), siklon tropis Paddy akan bergerak ke arah Barat menjauhi wilayah Indonesia.

"Prediksi, diperkirakan intensitas Siklon Tropis Paddy menurun dalam 24 jam ke depan dan bergerak ke barat," ujar BMKG.

Lebih lanjut, BMKG mengungkapkan Siklon tropis Paddy memberikan dampak tidak langsung dalam 24 jam kedepan terhadap kondisi cuaca di wilayah Indonesia berupa potensi hujan dengan intensitas sedang - lebat disertai angin kencang di wilayah Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa.

Selain itu, BMKG juga meminta warga untuk berhati-hati dengan potensi gelombang laut ketinggian 1.25 - 2.5 meter (Moderate) di Perairan Barat Bengkulu, Teluk Lampung bagian Selatan, Selat Sunda bagian utara, Perairan selatan Jawa Timur hingga Lombok, Samudra Hindia Selatan Jawa Timur hingga NTB

BMKG juga meminta warga mewaspadai potensi gelombang laut ketinggian 2.5 - 4.0 meter (Rough Sea) yang dapat terjadi di Perairan barat P. Enggano, Perairan barat Lampung, Selat Sunda bagian barat dan Selatan, Perairan selatan Banten hingga Jawa tengah, Samudra Hindia barat Kepulauan Mentawai hingga Selatan Jawa.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia