Advertisement
Jokowi Minta Tambah Anggaran untuk Antisipasi Gelombang Ketiga Covid-19
Presiden Joko Widodo (kiri) berbincang dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani sebelum memimpin rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (11/3/2020). Rapat tersebut membahas percepatan penyelesaian permasalahan pertanahan Sumatera Utara. ANTARA FOTO - Sigid Kurniawan
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA — Presiden Joko Widodo menginstruksikan seluruh kementerian dan lembaga untuk menyiapkan cadangan anggaran sebagai antisipasi jika terjadi lonjakan kasus Covid-19, seperti saat penyebaran varian delta.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan bahwa Presiden Jokowi akan menyerahkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) pada akhir bulan ini. Jokowi telah menginstruksikan seluruh kementerian dan lembaga (K/L) untuk mulai menyiapkan pelaksanaan APBN 2022.
Advertisement
Selain itu, menurut Sri Mulyani, Jokowi pun menginstruksikan seluruh KL untuk melakukan pencadangan anggaran pada 2022. Dana cadangan itu akan digunakan untuk antisipasi dampak penyebaran Covid-19 yang berkaitan dengan masing-masing K/L.
BACA JUGA : Jokowi Minta Anggaran Segera Dihabiskan Jelang Akhir Tahun
"Ada satu hal yang penting untuk 2022. Bapak Presiden menginstruksikan agar seluruh K/L memberikan atau melakukan pencadangan, sehingga kalau sampai terjadi situasi seperti varian delta pada Juli–Agustus lalu, kita tidak perlu melakukan refocusing yang membuat disrupsi dalam pelaksanaan anggaran," ujar Sri Mulyani usai sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta, Rabu (17/11/2021).
Menurutnya, seluruh K/L melakukan realokasi anggaran pada tahun ini karena lonjakan kasus Covid-19 saat penyebaran varian delta. Banyaknya orang yang terjangkit—bahkan wafat—membawa pengaruh luar biasa bagi sektor kesehatan, juga ekonomi.
Realokasi anggaran di antaranya diperuntukkan untuk penanganan pandemi Covid-19, percepatan vaksinasi, hingga penyaluran bantuan bagi masyarakat. Menurut Sri Mulyani, presiden menginstruksikan seluruh KL untuk mempersiapkan kondisi itu melalui cadangan anggaran.
"Namun, seluruh K/L sudah mencadangkan paling tidak 5 persen dari anggarannya kalau seandainya harus melakukan perubahan untuk menghadapi kemungkinan-kemungkinan akibat Covid-19 ini," ujar Sri Mulyani.
BACA JUGA : Presiden Jokowi: 21.000 Anak Kehilangan Orang Tua Akibat
Dia menjelaskan bahwa secara garis besar, alokasi belanja negara mencapai Rp2.714,2 triliun. Dari jumlah tersebut, belanja pemerintah pusat mencapai Rp1.944 triliun, sedangkan belanja pemerintah daerah Rp769,6 triliun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Tips Mudik Aman 2026, Gunakan Layanan 110 Jika Ada Gangguan
- Pulau Jawa Terancam Krisis Air, Bappenas Ingatkan Risiko Serius
- Serangan Air Keras ke Andrie Yunus Dinilai Ancam Demokrasi
- Terminal Jatijajar Prediksi Puncak Arus Mudik 18 Maret 2026
- Komisi III DPR Kecam Serangan Air Keras ke Aktivis KontraS
Advertisement
Pamit Bukber, Remaja Ditemukan Tewas di Jalur Ngobaran Gunungkidul
Advertisement
Destinasi Wisata dengan Panorama Samudera dari Atas Karang Gunungkidul
Advertisement
Berita Populer
- OTT KPK 2026: Bupati Cilacap Ditangkap, Operasi ke-9 Tahun Ini
- Jadwal Buka Puasa Jogja 13 Maret 2026: Magrib 17.56 WIB
- Aktivis KontraS Andrie Yunus Diserang Air Keras di Jakarta
- Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS di Jakpus Diselidiki Polisi
- Arus Mudik Lebaran 2026 Mulai Padati Pelabuhan Bakauheni
- Antrean 350 Meter di GT Purwomartani, Arus Dialihkan ke Prambanan
- Lonjakan Penumpang YIA Jelang Lebaran 2026 Picu Extra Flight
Advertisement
Advertisement







