620 Orang Masuk Tracing, Klaster Takziah Dinyatakan Rampung

Ilustrasi. - Freepik
16 November 2021 13:27 WIB Catur Dwi Janati News Share :

Harianjogja.com, BANTUL-Pemerintah Kabupaten Bantul menyebut penyebaran kasus Covid-19 klaster takziah telah usai. Meski demikian, penyebaran kasus di kalangan pendidikan akan terus dimonitor.

Ketua Harian Satgas Covid-19, Joko Purnomo menyampaikan pihaknya saat ini telah melakukan tes swab acak khususnya di level segmen pendidikan. Langkah ini merupakan antisipasi supaya tidak kembali muncul klaster, terlebih pasca selesainya klaster takziah. "Klaster kita ini sudah berhenti yang terkait takziah. Kami bersyukur," ungkap Joko pada Selasa (16/11/2021)

"Setelah pengalaman beberapa pekan kemarin ada klaster pendidikan, maka langkah yang kita lakukan adalah melakukan tes swab acak. Sekaligus melakukan survei terhadap perilaku siswa-siswa kita, kesiapan sekolah dalam rangka Satgas di tingkat sekolah," tegasnya.

Diceritakan Joko, pasca muncul klaster takziah, Satgas penanganan Covid-19 Bantul bergegas melakukan tracing dan testing. Hampir 620 orang masuk dalam tracing. Tracing sampai swab yang dilakukan merambat keempat kapanewon.

"Kita bisa bersyukur sudah setop tidak ada klaster itu. Ini tinggal dilakukan treatment. Babinsa, Bhabinkamtibmas, Panewu, Lurah semua melakukan edukasi monitoring terhadap dampak kalster itu," tandasnya.

Joko menambahkan karena kesigapan dalam melakukan 3T, Bantul memperoleh penghargaan dari pemerintah pusat. "Mendapat predikat terbaik tingkat nasional, kaitannya penyelanggara 3T. Kita dapat penghargaan tingkat nasional terbaik se-Indonesia, termasuk isolasi," tuturnya.