Alex Marquez Rebut Pole Position MotoGP Malaysia 2026
Alex Marquez merebut pole position MotoGP Malaysia 2026 di Sepang setelah mengalahkan Marc Marquez dan Pedro Acosta pada sesi Q2.
Anis Matta bersama Fahri Hamzah (paling kiri) dalam kunjungan ke Dagadu. /Ist.
Harianjogja.com, JOGJA--Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Partai Gelora Anis Matta menyinggung soal utang Indonesia di luar negeri yang terus membesar.
Anis Matta menilai pembangunan yang dilakukan pemerintah terlalu banyak dilakukan dengan utang. Pemerintah tidak membangun dengan membangkitkan masyarakat sebagai kekuatan ekonomi dari dalam. Menurutnya fokus membangun infrastruktur memang bagus, hanya pembangunan itu terlalu banyak dilakukan dengan utang. Itulah sebabnya kelihatan ada pergerakan ekonomi tetapi Anis menyebutnya sebagai sebuah jebakan.
BACA JUGA : Utang Luar Negeri Indonesia Naik Jadi Rp6.169 Triliun
“Ini jebakan sebenarnya, luar biasa. Jumlah utang Indonesia naik secara signifikan sudah mencapai angka 40 persen dari GDP. Secara ekonomi makro memang terlihat baik-baik saja, tetapi sebenarnya ada orang lupa bahwa persentase hitungan utang luar negeri kepada GDP, kalau GDP kita 1 triliun Dolar maka utang kita 400 miliar Dolar itu berarti utang kita 40 persen dari GDP,” katanya kepada wartawan di sela-sela kunjungan ke UMKM di Yogyakarta, Sabtu (13/11/2021).
Ia menambahkan, kondisi itu cukup mengkhawatirkan karena utang tersebut dibayar dengan cash yang diambil dari pembayaran pajak. Padahal penerimaan pajak pemerintah terus menerus menurun. Oleh karena perlu membesarkan pelaku ekonomi terutama UMKM. Karena para pelaku UMKM ini termasuk pembayar pajak paling potensial di masa akan datang.
“Maka mereka seharusnya dibantu, jika mengambil utang dari luar dipakai di Indonesia maka yang kita bayar dari pajak, dalam situasi krisis sekarang penerimaan pemerintah pajak turun maka ini masalah besar, cash flow-nya,” ucapnya.
Anis juga mengkritik keberadaan BUMN yang tidak mampu memberikan keuntungan bagi negara. BUMN yang diandalkan justru menyedot anggaran negara. BUMN yang seharusnya menciptakan lapangan kerja, mencari investasi yang baik justru malah menghabiskan uang negara. Menurutnya kenyataan ini termasuk struktur ekonomi yang tidak sehat. “BUMN sekarang terus menerus minta tambahan modal, tambahan modal,” katanya.
Sebagaimana diketahui Bank Indonesia mencatat utang luar negeri (ULN) pemerintah pada Agustus 2021 sebesar US$207,5 miliar, atau setara Rp2.924,7 triliun (kurs Rp14.095 per dolar Amerika Serikat).
BACA JUGA : Utang Luar Negeri Pemerintah Kini Capai Rp2.924 Triliun
Posisi utang tersebut tumbuh sebesar 3,7 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada Agustus 2021, sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang tumbuh 3,5 persen (yoy).
Kepala Grup Departemen Komunikasi BI Muhamad Nur menyebut perkembangan ULN itu disebabkan oleh masuknya arus modal investor asing di pasar Surat Berharga Negara (SBN). "Perkembangan ULN tersebut disebabkan oleh masuknya arus modal investor asing di pasar SBN seiring berkembangnya sentimen positif kinerja pengelolaan SBN domestik," tambah Muhamad dalam siaran resmi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Alex Marquez merebut pole position MotoGP Malaysia 2026 di Sepang setelah mengalahkan Marc Marquez dan Pedro Acosta pada sesi Q2.
Satlantas Polresta Sleman memberikan 690 teguran selama enam hari Operasi Patuh Progo 2026. Tercatat 61 kecelakaan lalu lintas.
Sebanyak 150 santri Kulon Progo mengikuti 22 cabang lomba FASI XIII DIY. Badko TKA-TPA menargetkan gelar juara umum.
Harga iPhone di iBox 1 November 2026 berubah. iPhone 15 dan 16 naik, sedangkan iPhone 18 Pro 1TB dan 2TB turun Rp1 juta.
Polda Metro Jaya menangkap 27 orang dalam penggerebekan Kampung Bahari. Polisi menyita sabu, ganja, ekstasi, mesin cetak pil, dan senjata api.
Veda Ega Pratama finis kedua Moto3 Malaysia 2026 di Sepang. Pembalap asal Gunungkidul itu kini naik ke posisi tujuh klasemen.