Militer Myanmar Tak Sambut Baik Bantuan Asean, Jokowi Kecewa

Presiden Joko Widodo menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-11 ASEAN-PBB yang diselenggarakan secara virtual. - Biro Pers Sekretariat Presiden/Lukas
27 Oktober 2021 15:27 WIB Aprianus Doni Tolok News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA—Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyayangkan sikap pemerintah Myanmar terhadap niat baik Asean untuk membantu menyelesaikan krisis politik di sana.

"Sayangnya, uluran tangan keluarga ini tidak disambut baik oleh militer Myanmar. Akses yang diminta oleh Utusan Khusus Asean sampai saat-saat akhir KTT masih belum diberikan oleh militer Myanmar," kata Jokowi dalam KTT Asean ke-39 secara virtual, Selasa (26/10/2021).

Menurutnya, keputusan Asean untuk tidak mengundang Myanmar pada tingkat non-politik dan memberikan kesempatan bagi Myanmar untuk menyelesaikan isu dalam negerinya terlebih dahulu, merupakan keputusan yang berat tapi memang harus dilakukan.

“Di satu pihak kita tetap menjaga penghormatan terhadap prinsip non-interference, namun di pihak lain, kita juga berkewajiban menjunjung tinggi prinsip-prinsip lain dalam Piagam Asean, seperti demokrasi, good governance, penghormatan terhadap hak asasi manusia, dan pemerintah yang konstitusional,” ujarnya.

Kendati niat baik tersebut tidak dihargai, Jokowi memastikan Asean akan tetap menawarkan uluran tangan tetap harus kepada Myanmar, termasuk pemberian bantuan kemanusiaan kepada rakyat Myanmar

Seperti diberitakan sebelumnya, Brunei Darussalam sebagai Ketua Asean 2021 memutuskan tidak mengikutsertakan Myanmar pada KTT Asean ke-38 dan 39 dan meminta negara tersebut untuk menyelesaikan masalah dalam negerinya terlebih dahulu.

Kendati menggarisbawahi bahwa Myanmar tetap menjadi anggota keluarga Asean yang penting, situasi di Myanmar telah berdampak pada keamanan kawasan dan juga persatuan, kredibilitas, dan sentralitas Asean.

Ketua Asean juga menyinggung masih belum cukupnya progres dari Myanmar dalam melaksanakan 5 Poin Konsensus yang dirumuskan bersama Asean pada saat pertemuan di Jakarta pada April.

Sumber : JIBI/Bisnis.com