Unik dan Keren! Shibori dengan Pewarnaan Alam Daun Mahoni

Salah satu peragaan busana dengan bahan perwarnaan alam dari daun Mahoni. - Ist.
18 Oktober 2021 04:57 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Sebuah desain baju yang unik dan berkelas dapat diciptakan melalui proses yang alami dan ramah lingkungan. Rancangan pakaian berasal dari kain shibori dengan pewarnaan alam daun Mahoni ditampilkan oleh salah satu perancang dalam peragaan busana bertajuk Invitation Trunk Show Resurrection di Boutique Hotel, Jogja, Minggu (16/10/2021).

Desainer yang menekankan penggunaan bahan ramah lingkungan adalah Christiana Veni Rosita menampilkan karya bertajuk Mahagony yang diambil dari nama pohon Mahoni. Sebanyak lima karyanya tampil dalam perhelatan itu, semuanya menggunakan pewarnaan alam dari daun Mahoni dan dikerjakan dengan teknik shibori. Dengan Mahoni tersebut warna bajunya cenderung cokelat yang elegan dengan beragam motif flora dan fauna.

BACA JUGA : Uniknya Kain Shibori Asal Minggir, Pola Tak Bisa Persis

Menurutnya kelebihan pewarnaan alam antara lain, lebih ramah lingkungan kemudian dipakai lebih aman dibandingkan warna kimia. Bahan baku pun tidak susah karena bisa menyesuaikan dengan lingkungan sekitar. “Kita menemukan apa saja bisa dipakai, ada daun Mangga kering bisa dipakai, sebenarnya di sekitar kita banyak sekali yang bisa dipakai untuk pewarnaan alam, kami back to nature,” kata Rosita.

Lima rancangan baju dengan konsep warna alam dari daun Mahoni yang ditampilkan dengan beragam jenis. Mulai dari pakain untuk tradisional Jawa atau kebaya yang cocok untuk untuk usia dewasa dan muda. Kemudian desain pakain kantor, baju santai hingga desain baju yang cocok untuk arisan serta pakain untuk usia anak muda.

Satu karya ia bikin mulai dari kain polos hingga jadi dengan pewarnaan alam butuh waktu sekitar tiga pekan. Adapun motif tersebut dengan teknik Shibori menggunakan jarum dan diikat kemudian setelah selesai dilepas sehingga motifnya muncul dengan menarik.

“Tekniknya sangat banyak, pakai jarum dan benang, dijarumin semua ditarik, selesai dicelup, dilepas akan membentuk motif. Harganya untuk biasa pewarnaan alam itu memang lebih mahal,i atasan saja sekitar Rp350.000, ada juga yang Rp2,5 juta, tergantung tingkat kesulitan,” ujarnya.

Kesuksesannya menggunakan teknik ini berawal dari rasa penasaran ketika melihat pembuatan motif dengan diikat dan ditusuk dengan jarum yang ternyata hasilnya lebih menarik, apalagi menggunakan warna alam dari dedaunan. Selain itu baju dengan kain model tersebut saat ini mulai banyak digemari kalangan anak muda. “Pengerjaan dengan teknik Shibori belum terlalu marak karena memang prosesnya juga lama. Kalau komunitasnya Shibori sebenarnya sudah ada,” katanya.

BACA JUGA : KISAH SUKSES : Kombinasi Batik dan Shibori

Ketua Panitia Invitation Trunk Show Resurrection Ferry Setiawan menyatakan peragaan fashion itu diikuti 12 desainer dari beberapa kota yang pelaksanaannya dengan protokol kesehatan ketat. Para Tujuannya untuk kembali meramaikan dunia fashion yang sempat terhenti lebih dari setahun akibat pandemi Covid-19.

“Kami berusaha untuk membangkitkan kembali karena para desainer, UKM industri fashion, merasakan kondisinya sangat sepi akibat pandemi, tidak ada event sama sekali. Harapannya dunia busana bangkit terutama di Jogja,” ucapnya.