Advertisement
Klaten Perluas Lahan Padi Rojolele Varietas Srinar & Srinuk
Bupati Klaten, Sri Mulyani, saat menghadiri panen raya padi jenis rojolele varietas Srinar dan Srinuk di Desa Kahuman, Kecamatan Polanharjo, pada Senin (11/10/2021). - Istimewa
Advertisement
Harianjogja.com, KLATEN - Meningkatnya permintaan padi jenis rojolele mendorong Pemerintah Kabupaten Klaten untuk memperluas lahan tanam jenis padi tersebut.
Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (DPKPP) Kabupaten Klaten Widiyanti mengungkapkan bahwa saat ini padi jenis rojolele Srinuk dan Srinar telah ditanam di lahan seluas 150 hektare.
Advertisement
"Lahan tanamnya berada di 3 wilayah, salah satunya di Desa Kahuman, Kecamatan Polanharjo, yang menjadi lokasi panen raya padi Srinuk dan Srinar bersama Bupati Klaten, Senin lalu. Lahan ini merupakan lahan pengembangan yang dipantau langsung oleh DPKPP Kabupaten Klaten," jelas Widiyanti, Rabu (13/10/2021).
Widiyanti menjelaskan bahwa hasil panen padi jenis rojolele Srinar dan Srinuk di Desa Kahuman rata-rata mencapai 7,9 ton dalam bentuk gabah kering giling. Sementara itu, potensi panennya dilaporkan mencapai 9,75 ton per hektare.
"Capaian hasil panen di lahan pengembangan ini menjadi penting untuk menarik minat petani lokal agar mau menanam padi rojolele Srinuk dan Srinar. Kami juga gencar [melakukan] sosialisasi, salah satunya lewat panen raya agar semakin banyak petani yang berminat menanam padi unggulan ini dan luas penanamannya semakin meningkat," jelas Widiyanti seperti dikutip dari laman Pemerintah Kabupaten Klaten.
Padi jenis rojolele Srinuk dan Srinar sendiri ditanam di 100 hektare lahan yang berlokasi di Desa Kahuman. Tak hanya di lokasi tersebut, ada pula 50 hektare lahan di lokasi lain yang ditanami padi varietas Srinuk dan Srinar. Beberapa wilayah tersebut antara lain Polanharjo, Delanggu, Wonosari, Juwiring, Karanganom, Trucuk, Ceper, Kalikotes, Klaten Selatan, Jogonalan, Karangnongko, dan Manisrenggo.
"Srinuk menjadi varietas favorit petani, khususnya yang menanam secara mandiri. Karena memiliki bulir yang lebih besar, sementara ciri khas Srinar memiliki bulir lebih ramping dan panjang," jelas Widiyanti.
Widiyanti menyebutkan bahwa tingginya permintaan jenis padi tersebut salah satunya karena kewajiban Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Klaten untuk membeli beras produksi petani. Di Kabupaten Klaten sendiri, ada sekitar 9.300 ASN dan pegawai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang diwajibkan membeli beras jenis rojolele tersebut. Berdasarkan angka tersebut, diperlukan sekitar 300 hektare lahan pertanian untuk dapat memenuhi permintaan ASN dan pegawai BUMD di Kabupaten Klaten. "Tentunya ini akan ditambah secara bertahap," tambahnya.
Sebelumnya, Sri Mulyani Bupati Klaten, berharap agar petani di Kabupaten Klaten tak ragu lagi untuk menanam padi jenis rojolele Srinar dan Srinuk. "Petani tidak perlu khawatir menanam Srinar dan Srinuk, sudah jelas ada yang menampung atau yang membeli. Sehingga mereka tidak perlu takut tidak laku," jelasnya, Senin (11/10/2021), saat menghadiri panen raya padi di Desa Kahuman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : klatenkab.go.id
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Tanpa Kembang Api, Prabowo Rayakan Tahun Baru Bersama Pengungsi
- Trump Pertimbangkan Jual Jet Tempur F-35 ke Turki, Israel Waspada
- Trump Klaim 95 Persen Rencana Damai Rusia-Ukraina Telah Disepakati
- 46.207 Penumpang Tinggalkan Jakarta dengan Kereta Api Hari Ini
- Ratusan Warga Terdampak Banjir Bandang Kalimantan Selatan
Advertisement
Kulonprogo Terapkan Larangan Kantong Plastik Mulai 2026
Advertisement
Tiket Museum Nasional Disesuaikan, Lansia hingga Yatim Gratis
Advertisement
Berita Populer
- Forum Konsultasi Publik Jadi Sarana Evaluasi dan Perencanaan Layanan
- Jaringan Narkoba di Jateng Gunakan Kripto, Aset Rp3,1 M Disita
- Daftar Film Bioskop Januari 2026, Horor Lokal Mendominasi
- China Percepat Kemandirian Chip Usai Sanksi Teknologi AS
- Atalia Bantah Isu Perempuan Lain dalam Gugatan Cerai RK
- Homestay dan Kos Harian Gerus Okupansi Hotel Jogja Saat Nataru
- Antoine Semenyo Jadi Rebutan, Man City Paling Serius
Advertisement
Advertisement



