Batik DIY Didorong Makin Ramah Lingkungan demi Tembus Pasar Dunia
DIY memperkuat pelaku industri batik melalui pelatihan dan sertifikasi kompetensi untuk menjaga warisan dunia UNESCO dan pasar global.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno saat mengunjungi Desa Wisata Tinalah, kalurahan Purwoharjo, kapanewon Samigaluh, Kulonprogo, pada Senin (11/10/2021). /Harian Jogja/Hafit Yudi Suprobo
Harianjogja.com, JOGJA--Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) mendorong desa wisata dapat meningkatkan perekonomian warga sekitar. Masyarakat dapat melakukan pemberdayaan melalui unit usaha kecil dengan memanfaatkan kunjungan wisatawan.
"Sehingga harapan kami Desa Wisata yang sudah didirikan bukan hanya untuk kegiatan desa, tetapi diharapkan bisa menambah penghasilan warga sekitar melalui sejumlah pemberdayaan usaha kecil, agar kesejahteraannya meningkat," kata Sandi dalam kunjungan ke Desa Wisata Tinalah, Sendangsari, Purwoharjo, Samigaluh, Kulonprogo Senin (11/10/2021).
Desa Wisata Tinalah dikenal dengan sebutan Dewi Tinalah merupakan sebuah tempat wisata yang menjadikan camping ground sebagai andalan. Destinasi wisata ini menawarkan panorama indah Pengunungan Menoreh dan hamparan sawah dengan beragam tanaman. Kawasan wisata ini kerap menjadi tujuan berbagai komunitas menggelar kegiatan outdoor.
"Jadi harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk kesejahteraan dan kebangkitan ekonomi masyarakat,” ujar Sandi.
Dalam kunjungannya Sandi meresmikan Dewi Tinalah sebagai salah satu dari 50 besar anugerah desa wisata menuju Indonesia Bangkit. Ia memberikan perhatian kepada anak-anak di desa tersebut yang telah membentuk komunitas belajar dengan memberikan perangkat laptop. Karena untuk belajar kelompok anak-anak ini meminjam dari Pemerintah Desa setempat.
“Semoga laptop ini bermanfaat, dan bisa membantu untuk pembelajaran di rumah. Fasilitas wifi yang sudah disediakan oleh desa bisa mendukung kegiatan belajar mereka," katanya.
Sandiaga juga mencoba sebuah aplikasi Kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yaitu aplikasi Baca Aura yang diciptakan oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Tinalah. Aplikasi ini dapat membaca aura orang dengan cara melakukan selfie, dan hasilnya dikorelasikan dengan sifat-sifat tanaman yang ada di Desa Wisata Tinalah. "Menurut kami ini sangat untuk, menarik dan kreatif banget," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DIY memperkuat pelaku industri batik melalui pelatihan dan sertifikasi kompetensi untuk menjaga warisan dunia UNESCO dan pasar global.
Giri Sembung di Kulonprogo akan diperkenalkan sebagai spot paralayang baru di Pulau Jawa melalui Kejurnas Paralayang Cakrawala Nusantara Seri I 2026.
SMPN 4 Pakem menjadi sekolah pertama di Indonesia yang menerapkan program WiSe bersama TMH.id untuk membangun ekosistem kesehatan mental.
BGN menargetkan pelunasan tunggakan Rp1,6 triliun kepada pihak ketiga pada 2026. Anggaran pembayaran masih dalam proses reviu dan diblokir.
Presiden Prabowo menegaskan keterlibatan TNI dan Polri dalam membantu rakyat menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan dan nasional.
Gangguan kecemasan dan depresi dapat menurunkan produktivitas kerja serta kualitas hidup. Kenali dampak dan pentingnya deteksi dini kesehatan mental.