Jokowi Sebut Hutan Mangrove di Bali Bakal Jadi Venue KTT G20 2022

Presiden Joko Widodo (kanan) didampingi Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya melakukan penanaman mangrove di kawasan wisata Raja Kecik, Desa Muntai Barat, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, Riau, Selasa (28/9/2021). - Antara/Alfisnardo.
08 Oktober 2021 17:07 WIB Ni Putu Eka Wiratmini News Share :

Harianjogja.com, DENPASAR — Taman Hutan Raya Ngurah Rai yang menjadi habitat mangrove di Bali direncanakan menjadi salah satu lokasi penyelanggaraan event KTT G20 pada 2022 mendatang.

Presiden Indonesia Joko Widodo mengatakan, Mangrove Bali yang telah dibangun sejak 2003 dan merupakan tempat percontohan rehabilitasi ekosistem hutan mangrove di Indonesia. Lokasi ini tidak hanya menjadi wadah edukasi, tetapi juga pariwisata dan penguatan ekonomi masyarakat.

Menurutnya, model rehabilitasi mangrove seperti yang dimiliki Bali ingin direplikasi di provinsi-provinsi lain.

"Ini akan terus kita lakukan di kawasan pesisir untuk memulihkan dan melestarikan kawasan mangrove dan untuk antisipasi dan mitigasi perbahan iklim dunia," katanya, Jumat (8/10/2021).

Menurutnya, melalui penanaman mangrove akan menjaga pantai dari abrasi dan menghambat intrusi air serta memperbaiki kualitas lingkungan pesisir maupun habitat pantai. Selain itu, juga akan meningkatkan produksi maupun hasil luat lainnya misal kepiting. Pada akhirnya, mangrove akan mampu meningkatkan pendapatan masyrakat.

"Dan ini mungkin jadi salah satu venue yang akan kita perlihatkan kepada pemimpin G20 tahun depan," sebutnya.

Berdasarkan data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, luas lahan mangrove di Provinsi Bali mencapai 2.143,97 hektare. Dari luas tersebut, 19 hektare di antaranya termasuk kategori kerapatan jarang, serta masih terdapat habitat mangrove yang berpotensi dapat ditanami seluas 263 hektare.

Sumber : bisnis.com