Hasil Survei: Elektabilitas Prabowo Cenderung Turun, Ganjar & Anies Naik

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat memberikan paparan dalam acara pelepasan tim Jelajah Investasi Jabar Jateng 2021, Selasa (31/8 - 2021). Acara ini diselenggarakan oleh Bisnis Indonesia untuk memetakan potensi investasi di Jawa Barat dan Jawa Tengah. / Foto: Istimewa
07 Oktober 2021 20:37 WIB Aprianus Doni Tolok News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA -  Hasil survei terkini Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menunjukkan dukungan publik kepada Prabowo Subianto untuk menjadi presiden turun, sementara Ganjar Pranowo naik.

Kendati demikian, Prabowo masih menempati puncak deretan nama calon presiden dengan dukungan 18,1 persen. Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyusul dengan dukungan 15,8 persen, dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan 11,1 persen.

Direktur Riset SMRC Deni Irvani mengatakan bahwa elektabilitas Prabowo cenderung mengalami penurunan dari hasil survei sebelumnya, sebaliknya elektabilitas Ganjar justru meningkat.

“Dukungan kepada Ganjar dalam simulasi semi terbuka meningkat dari 6,9 persen pada Maret 2020 menjadi 15,8 persen pada September 2021,” katanya dikutip dari YouTube SMRC TV, Kamis (7/10/2021).

Hal yang sama terjadi pada elektabilitas Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang semula 10 persen menjadi 11,1 persen.

Sayangnya, tren penurunan justru dialami Prabowo Subianto yang pada Maret 2020 mendapatkan 19,5 persen menjadi 18,1 persen.

Nama-nama calon presiden lainnya seperti Sandiaga Uno yang mendapatkan 4,8 persen cenderung menurun dari sebelumnya 7,3 persen.

Lalu, elektabilitas Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Agus Harimurti Yudhoyono tidak banyak berubah yakni berturut-turut 3,0 dan 3,6 persen.

Sisanya, nama-nama lain hanya memperoleh dukungan di bawah 4 persen dan yang tidak menjawab atau tidak tahu 16,3 persen.

Sementara itu, dalam simulasi pilihan tertutup terhadap 15 nama, Prabowo mendapat dukungan 20,7 persen, disusul Ganjar Pranowo 19 persen dan Anies Baswedan 14,3 persen.

Sementara itu Sandiaga Uno mendapatkan 6,5 persen, Tri Rismaharini 4,6 persen, Agus Harimurti Yudhoyono 4,5 persen, Ridwan Kamil 4,4 persen, dan nama-nama lain di bawah 3 persen.

“Masih ada 16,3 persen yang tidak menjawab atau tidak tahu,” kata Deni.

Pada periode Oktober 2020 ke September 2021, sambungnya, dukungan kepada Ganjar Pranowo dalam simulasi 15 nama naik dari 11,7 persen menjadi 19 persen.

Hal yang sama terjadi pada Anies Baswedan dari 10 persen menjadi 14,3 persen, sedangkan dukungan kepada Prabowo Subianto melemah dari 22,2 persen menjadi 20,7 persen.

Selanjutnya, dalam simulasi pilihan tertutup terhadap tiga nama, Prabowo mendapat dukungan 30,8 persen, disusul Ganjar Pranowo 29,3 persen, dan Anies Baswedan 25 persen.

"Dibanding hasil survei Mei 2021, dukungan untuk Ganjar pada September 2021 dalam simulasi 3 nama menguat dari 25,5 persen menjadi 29,3 persen. Anies sedikit naik dari 23,5 persen menjadi 25 persen. Sedangkan Prabowo cenderung melemah dari 34,1 persen menjadi 30,8 persen," ujarnya.

Adapun, survei opini publik ini dilakukan pada 15 - 21 September 2021 melalui tatap muka atau wawancara langsung.

Terdapat 981 responden yang valid terpilih secara acak (multistage random sampling) dari seluruh populasi Indonesia yang berumur minimal 17 tahun atau sudah menikah.

Margin of error survei dengan ukuran sampel tersebut diperkirakan sekitar 3,19 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Sumber : Bisnis.com