Guru Honorer Bunuh Diri, Begini Respons DPR

Demo guru honorer - Antara/Ilustrasi
07 Oktober 2021 16:07 WIB Indra Gunawan News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Kadafi mengomentari peristiwa tragis meninggalnya guru honorer yang bunuh diri menjelang pengumumun kelulusan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).

Dia meminta pemerintah sensitif dengan kondisi guru honorer yang selama ini mengabdikan dirinya untuk mencerdaskan anak bangsa.

Kadafi berharap pemerintah memberi afirmasi kepada guru honorer untuk diangkat menjadi aparatur sipil negara (ASN).

"Kita juga harus melihat lama pengabdian dan wilayah 3T yang sangat memilukan kemarin, salah satu yang mengikuti seleksi itu meninggal dunia dengan gantung diri," ujar Kadafi pada Rapat Paripurna DPR RI, di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Kamis (7/10/2021).

Dia mengajak semua pemangku kepentingan baik dari unsur pemerintah maupun dari DPR yang memiliki fungsi pengawasan atas kinerja pelaksana pemerintahan agar memberikan perhatian dan bisa mengangkat harkat martabat guru.

"Saya berharap pemerintah bisa memberikan afirmasi dalam penerimaan guru PPPK, karena kita harus mengangkat harkat dan martabat dan kesejahteraan para pahlawan tanpa tanda jasa," papar Kadafi.

Menurut dia, pimpinan DPR bisa mengawasi dan juga bisa mendengar apa yang menjadi harapan dan kebutuhan para guru honorer.

"Kita hari ini duduk di sini karena dedikasi guru, oleh karena itu perlu kita ingat bersama jangan sampai besok terjadi kegaduhan dan terjadi hal-hal yang semakin memilukan kita," ungkap Politisi Fraksi PKB ini.

Kadafi menjelaskan, guru honorer saat kondisi pandemiberjuang, bekerja, agar tidak terjadi kehilangan pembelajaran di Indonesia.

Dia juga menyampaikan, saat ini Indonesia sedang menghadapi bonus demografi. Dengan peran guru, negara bisa mendapat bonus SDM unggul dan berkualitas.

Sumber : JIBI/Bisnis.com