IHSG Dibuka Menguat, Pasar Sambut Redanya Konflik Iran-Israel
IHSG menguat pada perdagangan Selasa pagi di tengah meredanya konflik Iran-Israel dan sentimen positif dari bursa global.
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. /Ist-Dok. Humas Pemkot Surabaya
Harianjogja.com, JAKARTA-Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tidak mempermasalahkan gaya kepemimpinan Menteri Sosial Tri Rismaharini yang kerap tampil marah-marah. PDIP memaklumi gaya emosional Risma sudah sejak menjadi Wali Kota Surabaya.
"Sampai hari ini enggak masalah, sejak dulu jadi wali kota juga begitu, kembali ke Bu Risma saja," kata Wasekjen PDIP Arif Wibowo di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (6/10/2021).
Arif mengatakan bahwa apa yang dilakukan Risma, yakni marah-marah merupakan hal yang biasa saja. Sebab menurut Arif memang gaya Risma begitu adanya.
"Bu Risma begitu, memang gayanya begitu mau diapain. Yang penting apa yang dilakukan Bu Risma sebagai menteri dengan segenap tanggung jawabnya itu memang manfaat dan kebijakan yang diambil benar dan bisa dilaksanakan dengan baik," kata Arif.
Terapi Kesabaran
Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid memandang Mensos Tri Rismaharini perlu mengikuti terpai kesabaran. Lantaran tindakan Risma yang dinilai kerap marah-marah.
Jazilul yang sebelumnya pernah menyarankan Risma mundur dari jabatannya itu juga mengaku heran. Sebab kemarahan Risma terus berulang.
"Saya mendapatkan kabar bahwa Bu Risma marah-marah kembali, ini kambuh terus. Menurut saya mungkin Bu Risma perlu ikut terapi kesabaran," kata Jazilul kepada wartawan, Selasa (5/10/2021).
Baca juga: Kerap Marah-Marah, Risma Diminta Fadli Zon untuk Terapi
Jazilul mengingatkan Risma bahwa penyelesaian masalah tidak tepat jika disampaikan dengan emosional. Apalagi dengan marah-marah yang menurut Jazilul hanya memberikan hasil negatif hingga muncul ketersinggungan.
"Menurut saya tidak elok kalau pejabat negara terus, hanya untuk memberikan nasihat saja dengan nada menuding-nuding seperti orang itu semuanya bodoh, seperti orang itu semuanya tidak mampu. Sehingga menurut saya bijaksanalah dalam bertindak dan menyampaikan ucapan," kata Jazilul.
Risma Disuruh Istirahat
Sebelumnya, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menyarankan Menteri Sosial Tri Rismaharini untuk beristirahat. Saran itu disampaikan seiring sikap Risma yang sering tampil emosional dan marah-marah dalam setiap kunjungan.
Bamsoet menilai Risma selama ini terlalu bekerja keras. Karena itu dibutuhkan istirahat guna membuat pikiran rileks. Sehingga Risma diharapkan tidak terlalu emosional dalam menanggapi suatu permasalahan.
"Ya menurut saya mungkin bu risma terlampau kerja keras, mungkin memerlukan istirahat, rileks ya supaya pikiran jernih dan terbuka," kata Bamsoet di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (4/10/2021).
Bamsoet berharap dengan istirahat, kinerja dari mantan Wali Kota Surabaya itu dapat seimbamg.
"Saya berharap Bu Risma sebagai sosok pemimpin luar biasa memimpin Surabaya mungkin karena kerja keras beliau yang luar biasa itu beliau perlu menjaga keseimbangan. Tapi kalau bicara soal prestasi beliau luar biasa, kami memberikan apresiasi," kata Bamsoet.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : suara.com
IHSG menguat pada perdagangan Selasa pagi di tengah meredanya konflik Iran-Israel dan sentimen positif dari bursa global.
Kemenhaj bongkar kasus penipuan haji 2026 di Makkah, dari badal haji fiktif hingga penggelapan dana miliaran rupiah.
Program Koperasi Desa Merah Putih di Batang masih menghadapi kendala regulasi, lahan, dan pembangunan. Simak kondisi terbaru dan tantangannya.
Tak hanya Parangtritis, pantai-pantai di Bantul bagian barat kini jadi favorit wisatawan yang mencari suasana tenang dan nyaman.
BPJS Kesehatan memprediksi biaya JKN naik hingga Rp35 triliun akibat Perpres baru. Simak dampak, penyebab, dan potensi penyesuaian iuran.
Pelemahan rupiah terhadap dolar AS berdampak luas ke masyarakat. Survei Indopol ungkap 74% warga terdampak, pemerintah naikkan BI Rate jadi 5,5%.