Kisah Hari Terakhir Eyang Meri Sebelum Wafat di Usia 100 Tahun

Newswire
Newswire Selasa, 03 Februari 2026 20:07 WIB
Kisah Hari Terakhir Eyang Meri Sebelum Wafat di Usia 100 Tahun

Suasana di rumah duka Meriyati Hoegeng di Pesona Khayangan, Depok (3/2/2026). ANTARA/Feru Lantara

Harianjogja.com, JAKARTA—Meriyati Roeslani Hoegeng atau yang dikenal sebagai Eyang Meri, istri mantan Kapolri Jenderal Polisi (Purn) Hoegeng Iman Santoso, sempat menjalani perawatan intensif di rumah sakit selama dua pekan sebelum mengembuskan napas terakhir.

Salah satu putra almarhumah, Aditya Hoegeng, mengungkapkan ibundanya dua kali dirawat sejak akhir 2025 akibat kondisi kesehatan yang terus menurun.

“Pertama dirawat sekitar pertengahan Oktober 2025 selama satu minggu. Kondisinya sempat membaik sehingga diperbolehkan pulang,” ujar Aditya di rumah duka Pesona Khayangan, Depok, Selasa (3/2/2026).

Namun setelah dua hari berada di rumah, kondisi Meriyati kembali melemah. Ia bahkan mengalami kesulitan makan sehingga keluarga memutuskan membawanya kembali ke rumah sakit.

“Kami kesulitan karena ibu sudah tidak mau makan. Akhirnya dirawat lagi sejak 26 Januari 2026 sampai kondisinya terus menurun,” katanya.

Aditya juga memohon doa dari masyarakat agar almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan.

Sebagaimana diketahui, Meriyati Hoegeng wafat pada Selasa (3/2/2026) pukul 13.24 WIB dalam usia 100 tahun akibat sakit.

Meriyati lahir di Yogyakarta pada 23 Juni 1925, di masa Hindia Belanda. Ia merupakan putri dari pasangan dr. Mas Soemakno Martokoesoemo dan Jeanne Reyneke van Stuwe.

Meriyati menikah dengan Jenderal Polisi Hoegeng Iman Santoso pada 1946 dan dikaruniai tiga orang anak.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online