Advertisement
Perjalanan Internasional di Bali Mulai Dibuka, Industri Penerbangan Segera Pulih
Warga menjalani tes cepat (rapid test) Antigen COVID-19, di area Terminal Domestik Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali, Jumat (18/12/2020). Pengelola Bandara Ngurah Rai Bali mulai Jumat (18/12) menyediakan layanan Rapid Test Antigen setelah sebelumnya telah menyediakan layanan Rapid Test Antibodi yang dapat digunakan sebagai salah satu syarat untuk melakukan perjalanan. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf - hp.
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA – Rencana pemerintah Indonesia membuka pintu kedatangan internasional di Bandara Ngurah Rai, Bali dinilai sebagai langkah awal pemulihan perjalanan internasional.
Pemerhati penerbangan dari Jaringan Penerbangan Indonesia (JAPRI) Gerry Soedjatman mengatakan rencana yang ditargetkan mulai terlaksana 14 Oktober 2021 tersebut akan mendorong lebih banyak bandara- bandara di Indonesia untuk meningkatkan kapasitas tes Covid-19 dengan lebih cepat.
Advertisement
Tak hanya itu, bagi maskapai, rencana ini juga bisa memberikan sentimen positif untuk memacu pergerakan penumpang meski masih terbatas.
Sebagai gambaran, Gerry memaparkan selama 5 tahun lalu, secara rata-rata jumlah wisatawan yang melakukan kunjungan ke Bali berkisar di angka 5 juta ke bawah. Bahkan pada 2019 mampu mencapai 6,28 juta.
“Kalau dari data yang ada, paling nggak Bali harus secepatnya kembali ke angka 2015 dengan sekitar 4 juta wisatawan inline dengan pemulihan global pasca pandemi pada tahun ini yaitu sekitar 60 persen -75 persen dari angka pada 2019,” ujarnya, Selasa (5/10/2021).
Gerry juga berpendapat rencana ini sejalan dengan langkah Kementerian Perhubungan menghapus ketentuan pembatasan kapasitas penumpang penerbangan internasional yang masuk ke Indonesia.
Sebelumnya pada 30 September 2021 Kemenhub membatasi jumlah penumpang perjalanan internasional yang masuk ke Indonesia sebanyak 90 orang per penerbangan. Aturan terbaru tersebut tercantum dalam Surat Dirjen Perhubungan Udara No.Au.006/2/7/DRJU.DAU-2021.
Namun, dia mengakui kebijakan itu akan makin menyulitkan kondisi maskapai. Pasalnya, bagi maskapai untuk membawa kargo dengan pesawat widebody, tapi di sisi lain hanya mengangkut sebanyak 90 penumpang tidak akan efisien.
Penerbangan repatriasi pun jadi sulit terutama untuk memulangkan Warga Negara Indonesia yang dideportasi. Kebijakan tersebut sebelumnya juga dinilai kontras dengan rencana untuk membuka pariwisata. Karena itu dia juga meminta kepada pemerintah agar meminimalisir perubahan peraturan.
Hal yang paling utama saat ini, Gerry menekankan maskapai penerbangan membutuhkan kepastian kebijakan.
“Memang masih pada menunggu, apakah hal ini bisa dilakukan di Bali. Tapi yang jelas ini langkah-langkah pemulihan perjalanan internasional. Semoga fasilitas testing-nya sudah siap pada 14 Oktober 2021 nanti di Bali. Beban eksekusi skrining di kedatangan ini jadi beban pemerintah. Perubahan peraturan juga harus diminimalisir,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua I Masyarakat transportasi Indonesia (MTI) Suharto Abdul Majid menuturkan Bali sudah sangat identik dengan wisman dan menjadi wajah Indonesia dari perspektif masyarakat global. Menurutnya, rencana pembukaan tersebut menjadi strategi mendongkrak pariwisata dan maskapai agar bergairah setelah didera krisis pandemi Covid-19.
Menurutnya secara otomatis apabila angka kasus positif Covid-19 sudah bisa diatasi dan melandai, pariwisata akan berkembang sendirinya.
“Tanpa strategi, sebetulnya otomatis dua hal tersebut akan sejalan tapi dengan strategi saat ini upaya meningkatkan pergerakan lalu lintas internasional lebih terukur kembali. Sah-sah saja kalau dibuka kembali dan tinggal bagaimana kesungguhan Indonesia menunjukkan kepada masyarakat global dalam menghadapi pandemi dan menyukseskan vaksinasi,” ujarnya.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut B. Pandjaitan menyampaikan pada Senin (4/10/2021) bahwa angka asus konfirmasi nasional turun 98 persen dan kasus konfirmasi Jawa Bali juga menunjukkan penurunan hingga 98,7 persen dari puncaknya pada 15 juli lalu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Patroli China di Laut China Selatan Ancam Energi RI
- Wisatawan Lumajang Tersambar Petir, Satu Tewas di Pantai Bambang
- Gempa M 6,5 Guncang Maluku Barat Daya, Warga Berhamburan
- Iran Batasi Selat Hormuz, Ini Negara yang Diizinkan Melintas
- Kualitas Udara Jakarta Memburuk saat Arus Balik, Kategori Tidak Sehat
Advertisement
Advertisement
Musim Semi Tiba, Keindahan Bunga Sakura di Taman Yuyuantan Beijing
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal Prameks Kutoarjo-Jogja 29 Maret, Cek Waktu Berangkat
- Akses Tol Jogja-Solo GT Purwomartani Ditutup Sementara, Ini Alasannya
- Jadwal KRL Solo ke Jogja Hari Ini, Minggu 29 Maret 2026
- Rumah Warga Pandes Bantul Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp80 Juta
- Sinergi Lintas Sektor Gedongtengen Bersihkan Jalan Letjen Suprapto
- Prakiraan Cuaca Jogja Hari Ini, Berpotensi Hujan
- Aturan Baru 2027, Pemkab Bantul Mulai Pangkas Belanja Pegawai
Advertisement
Advertisement








