Berawal dari Postingan Viral, Tas Buatan Anak Panti Asuhan Papua Diborong Jokowi

Presiden Joko Widodo membeli noken. - Ist/Okezone
03 Oktober 2021 10:27 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, PAPUA-Seorang anak bernama Flory Koban tak pernah menyangka, postingannya di sosial medis Facebook pada 22 September 2021 ditanggapi oleh Presiden RI, Joko Widodo.

Dalam unggahannya itu, dia meminta kepada para supir yang membawa mobil kontingen PON XX Papua agar sudi kiranya singgah sejenak di depan jalan masuk panti asuhan.

"Om Supir Mobil PON yang keluar dari bandara Sentani menuju Kota Jayapura, kalo [kalau] lewat depan Hawai Sentani jangan terlalu balap ehh, di sebelah kiri jalan ada kakak Yulita dan Kakak Paulina dong [mereka] dua jual noken pas di mata [depan] jalan masuk Panti Asuhan Putri Kerahiman Hawai," tulisnya, dikutip Minggu (3/10/2021).

Kata dia noken atau tas tradisional masyarakat Papua itu dianyam langsung oleh tangan mereka sendiri tanpa perantara dan keduanya merupakan teman kerjanya di Panti Asuhan tersebut.

"Itu langsung dari dong dua punya anyaman tangan sendiri tanpa perantara, dong dua itu adalah teman kerja saya, mereka rawat kehidupan anak-anak panti asuhan tiap hari dengan baik, juga terbaca melalui anyaman noken mereka, mohon maaf panitia PON jika saya salah tempat dalam promosi ini, namun tolong bantu saya punya kakak dua orang ini supaya dong punya noken tuh bisa jadi kenang-kenangan atlit-atlit PON dari luar Papua. Saya garis bawahi lagi, dorang dua di Foto ini telah merajut kehidupan dengan sangat baik yang terpancar melalui anyaman noken, Wa…….wa….," tuturnya.

Baca juga: Mie Instan Terbaik di Dunia Versi Chef dan Food Writers, Ada Indomie dari Indonesia

Tak dinyana, rupanya sejak dari Jakarta, Presiden sudah membaca postingan soal Kaka Yulita dan Paulina, yang dikirim oleh orang-orang dekatnya ke gadget pribadinya. Pesan itu sempat viral dan dibagi ulang oleh 500 akun hingga sampailah ke tangan Presiden.

Presiden Jokowi tiba di Bandara Udara Theys Eluay Sentani pada Jumat sekira 16.15. Usai seremoni penyambutan, presiden dan rombongan langsung bergerak menuju tempat penginapannya di Suni Hotel, Sentani, namun sebelumnya Presiden bersama rombongan menyempatkan diri singgah di tempat yang dimaksud.

Jumat petang itu, sang kepala negara turun menemui Yulita dan Paulina yang sedang berdiri menjajakan noken jualannya, tepat di bawah papan nama Panti Asuhan Putri Kerahiman (Yapukepa) Hawai tertancap berdiri.

Ikut bersama Yulita dan Paulina di lokasi itu, Flory Koban, biarawati, dan belasan anak panti asuhan. Mereka disapa dan diberi senyum khas oleh presiden yang datang menghampiri mereka di sisi kiri jalan itu.

“Tas apa ini?” tanya Presiden saat menghampiri Paulina Adii sambil tersenyum.

“Ini tas noken Bapak, terbuat dari kulit kayu,” ujar Paulina.

Presiden Belanja Noken

Setelah melihat-lihat dan memilih, Presiden kemudian memutuskan untuk membeli empat noken. Ada yang dari rajutan kulit kayu, dua dari sulaman benang. Diambilnya uang dua juta dan diserahkan kepada Kaka Yulita dan Paulina masing-masing sejuta, dan melanjutkan perjalanan ke Hotel Suni.

Mata Yulita Tebai dan Paulina Adii berkaca-kaca menahan haru. Kedua perempuan asal Suku Mee ini tak menyangka, seorang presiden bisa menepi di pinggir jalan, turun menemui mereka dan membeli noken jualannya.
“Awalnya kaka tra (Kakak tidak) tahu, kalau yang turun itu Bapa (Bapak) Presiden. Pas dekat baru sa (saya) sadar, kalau benar itu Bapa Presiden Jokowi. Beliau langsung datang ke kami, senyum ke kami semua di situ dan tanya harga noken yang kami jual,” kata Yulita.

Presiden kemudian membeli empat noken, dua punya Yulita dan dua punya Paulina. Yulita kemudian mengaku bahwa keduanya masing-masing diberi uang satu juta.

“Terima kasih Bapa Presiden, kami sangat senang bapa bisa singgah beli noken kami. Hari-hari itu kami gantung noken, tidak ada mobil yang berhenti tanya-tanya, tapi hari ini bapa bisa lihat kami,” tambah Paulina Adii.

Momen langka yang berlangsung sekitar 15 menit ini menjadi viral di jagat maya, baik video, foto, dan berita yang dibagi di berbagai media sosial. Tetapi tak banyak yang tahu, tepat di bawah tempat jualan Yulita Tebay dan Paulina Adii, ada papan nama besar bertuliskan Panti Asuhan Putri Kerahiman Hawai. Letak panti itu sekitar 83 meter dari jalan raya. Dari sanalah noken itu dirajut.

Flory Koban yang juga merupakan Direktur Eksekutif Yayasan Putri Kerahiman Papua itu mengucapkan terima kasih kepada Presiden Jokowi yang sudah membaca postingannya di facebook dan 490 orang yang bantu share postingannya.

"Setidaknya melalui facebook ini sayadan kalian semua bisa bantu kakak Paula dan Yulita punya noken terjual, Tuhan berkati semua yg meneruskan kabar baik, Tuhan memberkati bapak Jokowi Amin," pungkasnya

Berita ini sudah tayang di Okezone dengan judul "Berawal dari Unggahan Viral, Mimpi Anak Panti Asuhan Agar Nokennya Dibeli Jokowi Terwujud"

Sumber : Okezone