Advertisement
Bandingkan Posisi Geopolitik RI Era Jokowi dengan Orba, Fadli Zon: Sekarang Tidak Jelas
Anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra Fadli Zon menanggapi peristiwa penembakan Laskar FPI oleh polisi. - Tangkapan layar Youtube Fadli Zon Official
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA – Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengatakan bahwa negara saat ini tidak pernah lagi memperdebatkan apa dan siapa Indonesia. Padahal dari sisi geografis, Indonesia sangat strategis.
“Kita tidak tahu mau ke mana. Padahal kalau balik lagi ke soal budaya, menurut saya nusantara ini hebat sekali,” katanya pada diskusi virtual dengan tema New Cold War US-China dan Reposisi Geopolitik Indonesia: Lesson Learned from Peristiwa 1965, Jumat (1/10/2021).
Advertisement
Fadli menjelaskan bahwa dengan China misalnya, peradaban Indonesia sangat tua. Akan tetapi hal tersebut tidak dimanfaatkan sebagai identitas diri.
“Jadi permainan kita ini cetek. Kalu kita lihat Turki di bawah [Presiden] Erdogan, berhasil merevitalisasi sejarah,” jelasnya.
Turki, tambah Fadli, pernah berada pada era peralihan setelah peradabannya sempat maju di Zaman Kesultanan Utsmaniyah. Tapi Erdogan berhasil membawa kembali bangkit menjadi negara di regional yang luar biasa.
BACA JUGA: Pemkot Jogja Hadirkan Aksara Jawa di Ruang Virtual
Ini berbanding terbalik dengan Indonesia. Semakin ke sini, posisinya tidak lagi menjadi strategis di kawasan Asia Tenggara.
Padahal saat Orde Baru (Orba), Indonesia begitu didengar dan disegani. Begitu pula pada pemerintahan Bung Karno ketika Orde Lama (Orla).
“Sekarang ini jadi lebih tidak jelas lagi kita mau apa. Kalau mau bergantung pada China. Seperti yang kita lihat dari kebijakan 7 tahun ini, apa yang kita dapat dari China? China juga tidak terlalu generous pada Indonesia,” ucap Fadli.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Prajurit TNI Asal Kulonprogo Gugur di Lebanon, Ini Kata Ketua DPRD DIY
Advertisement
Masuk Jepang Wajib JESTA 2026, Ini Biaya dan Cara Daftarnya
Advertisement
Berita Populer
- Isu Pertamax Naik 10 Persen 1 April, Ini Penjelasan Bahlil
- Polemik Retribusi Parangtritis, Pemkab Bantul Berencana Pindah TPR
- Bos Maktour dan Ketua Kesthuri Ditetapkan Tersangka Korupsi Kuota Haji
- HUT ke-80 Sultan HB X, 10.000 Pamong se-DIY Bakal Kirab Hasil Bumi
- Sempat Viral Putus Sekolah Rawat Orang Tua, Fendi Kembali ke Kelas
- Kemenko PM: Kasus Amsal Sitepu Ancaman Bagi Industri Kreatif Nasional
- Langgar Aturan Pelindungan Anak, Meta dan Google Dipanggil Menkomdigi
Advertisement
Advertisement







