Advertisement

Soal Kelangkaan Kontainer, Kemenhub Minta Kejelasan Data

Anitana Widya Puspa
Jum'at, 01 Oktober 2021 - 10:37 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
Soal Kelangkaan Kontainer, Kemenhub Minta Kejelasan Data Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat memberikan sambutan dalam agenda uji coba bongkar muat di Pelabuhan Patimban, Kamis (3/12/2020). - Bisnis/Rinaldi M. Azka

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengaku sulit mengambil kebijakan lebih jauh karena hingga kini pelaku usaha belum dapat menyediakan data yang jelas terkait dengan kebutuhan kontainer.

Direktur Lalu Lintas Laut Kemenhub Mugen Sartoto mengatakan angka impor masih cukup tinggi sehingga kontainer yang masuk ke Indonesia semestinya juga cukup banyak. Sejumlah perusahaan Indonesia, sebutnya, juga memiliki kontrak jangka panjang dengan Main Line Operator (MLO) dan bisa memperoleh kontainer.

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

Sejalan dengan mencuatnya isu kelangkaan kontainer, pihaknya juga diminta untuk menyelesaikan masalah ini. Kemenhub, lanjutnya, menindaklanjutinya dengan mengadakan rapat bersama agen pelayaran.

Para agen MLO yang memiliki cabang di Indonesia, sebutnya, tak bisa mengambil keputusan karena masih bergantung kepada kebijakan MLO pusat. Termasuk yang berkaitan dengan ocean freight, Mugen menyebut MLO asing sebagai pihak yang mengendalikan.

Pihaknya juga telah meminta data kepada pengusaha di Indonesia soal kebutuhan kontainer tetapi belum mendapatkan data konkret terkait hal tersebut.

Baca juga: Pemda Izinkan Konser Musik di DIY, Cermati Syaratnya

“Kalau menurut saya kontainernya ada, cuma karena permintaan pasar yang tinggi di China. Banyak yang memilih dibawa ke sana karena Ocean Freight juga naik. Itu yang bikin pelaku di Indonesia merasa kekurangan kontainer. Padahal bukan langka, ada [kontainernya] tapi mahal,” jelasnya, Kamis (30/9/2021).

Meski demikian, kemenhub juga telah mengambil jalan tengah dan mengajukan kepada MLO untuk bisa menyediakan setidaknya 15 persen dari kontainer eks impor agar tidak dilakukan repo.

“Karena kalau isunya kelangkaan yang penting suplai masuk dulu. Nah tarif tinggi atau tidak ini tergantung willingness to pay eksportir. Terus gini, satu hal misalkan MLO patuh menyiapkan kontainer tinggal di Indonesia ya juga harus ada jaminananya akan terisi,” imbuhnya.

Sementara itu, Sekjen DPP Asosiasi Depo Kontainer Indonesia Khairul Mahalli mengatakan kontainer-kontainer eks impor yang sudah lebih dari 2 bulan harus segera dipindahkan isinya atau membawanya ke tempat penimbunan sementara, atau bahkan memindahkannya ke Kawasan Kepabeanan. Dengan demikian, kontainer-kontainer tersebut dapat dikembalikan ke pelayanan depo kontainer.

“Kontainer-kontainer eks impor tersebut sebaiknya diprioritaskan untuk tujuan ekspor,” jelasnya.

Keakuratan Database

Selain kesigapan dalam memprioritaskan kontainer tujuan ekspor, dia juga meminta pemerintah melalui kementerian terkait meningkatkan keakuratan database ketersediaan kontainer eks impor dan siap untuk ekspor agar selalu di-update.

Menurutnya persoalan kelangkaan ini juga harus didukung oleh sikap suportif pengusaha pelayaran. Secara tegas dia juga menyampaikan agar pelaku pelayaran tidak mengambil kesempatan menaikkan tarif atau ongkos dengan kondisi kelangkaan kontainer.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : bisnis.com

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Satu Abad NU, Haedar Nashir Ajak Jaga Persatuan dan Keutuhan Bangsa

Jogja
| Selasa, 07 Februari 2023, 09:17 WIB

Advertisement

alt

6 Rekomendasi Mi Ayam Lezat dan Murah di Jogja

Wisata
| Selasa, 07 Februari 2023, 09:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement