Luhut Sebut Pakar Teknologi Kecerdasan Buatan Semakin Dibutuhkan

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan - Antara
01 Oktober 2021 01:37 WIB Akbar Evandio News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Saat ini kebutuhan talenta yang mampu melakukan eksplorasi terhadap kecerdasan buatan merupakan kebutuhan yang kian mendesak.

Menurut Pendiri dan Ketua Pembina Yayasan Del, Luhut Binsar Pandjaitan, penggunaan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang tepat guna dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan Negara dalam menghadapi berbagai masalah yang muncul ke depan.

“Untuk itu, saya berharap semoga suatu saat muncul pemuda-pemuda hebat di bidang AI yang mampu menjawab berbagai permasalahan yang ada,” katanya dalam diskusi virtual,” katanya dalam diskusi virtual, Kamis (30/9/2021).

Dia melanjutkan, masuknya Indonesia pada era revolusi industri 4.0 yang berkarakteristik teknologi menggunakan AI mengubah banyak aspek kehidupan.

Baca juga: Pemda Izinkan Konser Musik di DIY, Cermati Syaratnya

Seiring dengan berkembangnya teknologi, semakin banyak industri yang menggunakan AI dalam proses bisnisnya, baik untuk membuat dan menyediakan produk maupun membuat teknologi baru berbasis AI.

Menurutnya, pertumbuhan ini berdampak langsung pada kebutuhan talenta AI yang unggul untuk mendukung industri tersebut. Namun demikian, saat ini Indonesia belum mampu mengimbangi tingginya kebutuhan akan talenta AI.

Data Bank Dunia menunjukkan bahwa Indonesia sedang mengalami kesenjangan talenta digital, di mana kita membutuhkan 9 juta talenta digital dalam 15 tahun atau rata-rata 600.000 talenta digital setiap tahunnya.

Oleh karena itu, dia menyatakan diperlukan sinergi dari seluruh pihak untuk mengatasi persoalan yang ada.

Sumber : bisnis.com