Mayoritas Pengguna Subsidi Perumahan adalah Milenial

Ilustrasi pembangunan perumahan di Tangerang, Banten. - Istimewa
30 September 2021 10:07 WIB Yanita Petriella News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Milenial menjadi kelompok yang paling banyak memanfaatkan subsidi perumahan berupa Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) untuk hunian masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). 

Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan (PUPR) Herry Trisaputra Zuna mengatakan bahwa sekitar 78 persen segmen MBR yang memanfaatkan FLPP adalah generasi milenial, sedangkan 12 persen lainnya dimanfaatkan oleh generasi Z.

Capaian pemanfaatan FLPP oleh milenial tersebar, baik di perkotaan maupun luar kota, serta untuk rumah susun maupun rumah tapak. Total realisasi hunian dengan FLPP yang dimanfaatkan oleh milenial secara nasional mencapai 1.097.176 unit atau setara dengan 78,16%.

Adapun sebaran realisasi KPR bersubsidi pada 2015–2020 mayoritas ada di Jawa Barat, yakni mencapai 445.500 unit. Kemudian disusul oleh Banten 118.820 unit, dan Jawa Timur 84.000 unit.

Sementara itu, DKI Jakarta masih belum termasuk dalam 10 besar peringkat capaian realisasi KPR bersubsidi.

“Jakarta tidak masuk memang karena di subsidi tadi orientasinya masih lebih ke landed house, dan yang vertikalnya masih belum banyak. Ini tantangan yang harus kita jawab, karena penduduk lebih banyak tinggal di Jakarta, dan kota-kota besar. Nanti mungkin pada waktunya bagaimana kita menyelesaikan solusi di kota besar dan metropolitan,” katanya, Rabu (29/9/2021).

Pemerintah terus mendorong generasi milenial untuk dapat memiliki rumah sendiri. Herry pun menyebut, saat ini merupakan waktu yang tepat untuk membeli rumah, karena harganya terus mengalami kenaikan setiap tahun, dan tidak sebanding dengan kecepatan untuk menabung.

Pemerintah juga menyediakan berbagai fasilitas dan dukungan agar rumah menjadi terjangkau bagi masyarakat.

Pada 2022, PUPR akan menyediakan subsidi sekitar 200.000 unit dan akan mendapat tambahan dari BP Tapera, sehingga bisa mencapai 390.000 unit.

“Proses pembelian rumahnya sudah lebih sederhana. Bisa dilakukan melalui aplikasi Sikasep, sehingga dengan kemudahan-kemudahan ini semua, milenial harapannya seperti filosofi keong semua anaknya dikasih rumah,” katanya. 

Herry juga menyebut, pasar properti terutama perumahan bagi para milenial masih memiliki peluang cukup besar. Saat ini, 26 persen penduduk Indonesia merupakan generasi milenial, dan data KPR FLPP pun menunjukan 70 persen debiturnya adalah milenial.

Sumber : JIBI/Bisnis.com