Sejumlah Daerah Masuk Puncak Panen Jagung, Stok Cukup untuk Kebutuhan 3 Bulan

Pekerja mengeringkan jagung yang baru dipipil di Desa Balongga, Sigi, Sulawesi Tengah, Senin (6/9/2021). Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mencatat, realisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) secara nasional khusus untuk sektor pertanian jagung hingga akhir Agustus 2021 telah mencapai Rp1,76 triliun yang disalurkan kepada 72.070 debitur. ANTARA FOTO - Basri Marzuki
26 September 2021 13:57 WIB Iim Fathimah Timorria News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Beberapa daerah di Indonesia dilaporkan telah memasuki masa panen jagung dengan posisi stok surplus. Kementerian (Kementan) Pertanian memastikan kebutuhan jagung pipil kering untuk 3 bulan ke depan dapat terpenuhi.

Berdasarkan data yang dihimpun Pusat Data dan Informasi Pertanian Kementan, September sampai dengan Oktober 2021 merupakan masa puncak panen jagung yang ditanam di lahan sawah.

“Banyak laporan yang masuk ke kami masih ada panen jagung yang tentunya sangat mampu cukupi kebutuhan peternak,” kata Direktur Serealia Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementan Ismail Wahab dalam siaran pers, Minggu (26/9/2021).

Baca juga: Dua Hari Jalani Uji Coba Pembukaan, Merapi Park Masih Sepi Pengunjung

Ismail menyebut, timnya sudah turun ke lapangan dan memastikan stok jagung di petani maupun di gudang pakan tersalurkan.

“Kami pastikan kebutuhan peternak tercukupi untuk 3 bulan mendatang,” tambah Ismail.

Dia mencontohkan, situasi panen raya di Gorontalo yang memasuki puncaknya pada September 2021. Kementan pun meyakini daerah sentra jagung nomor dua di Sulawesi itu dapat memasok kebutuhan jagung untuk beberapa wilayah sekitar.

Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo Ramdhan Pade mengatakan bahwa area panen pada September 2021 diperkirakan mencapai 42.919 hektare, dengan produksi 119.341 jagung pipil kering.

Baca juga: Indonesia Turunkan Tim Terbaik di Laga Pertama Piala Sudirman 2021

Dia mengatakan, stok jagung yang memadai tersebut didukung oleh iklim yang cukup bersahabat dan jadwal tanam yang terpola dengan baik di wilayahnya.

“Kami telah mengecek stok jagung ke beberapa perusahaan pada 24 September 2021, dan stok di pabrik pakan cukup dan terus mengalir dari para petani,” kata Ramdhan.

Hal tersebut dibenarkan pula oleh perwakilan PT Seger Agro Nusantara cabang Gorontalo Andika. Dia mengatakan bahwa perusahaan memiliki sekitar 3.000 ton jagung di gudang.

“Harga pembelian jagung dari masyarakat sekitar Rp5.000 per kilogram pipil kering. Stok tersebut akan terus bertambah seiring dengan musim panen di wilayah Gorontalo,” katanya.

Adapun, PT Charoen Pokphand Indonesia cabang Gorontalo melaporkan, memiliki stok sebanyak 12.000 ton. Perusahaan menyampaikan kesiapannya untuk menampung dan menyalurkan stoknya ke kelompok yang membutuhkan.

Sumber : Bisnis.com