Advertisement
PPKM Berakhir Besok, Pakar Sebut Jawa Timur Bisa Masuk Level 1
Petugas menyekat kendaraan di Ngerong, Plaosan, Magetan, Jawa Timur, Minggu (5/9/2021). Polres Magetan bersama pemangku kepentingan menyekat tiga lokasi jalur menuju sejumlah objek wisata di wilayah kabupaten yang saat ini menerapkan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 tersebut guna pencegahan penularan Covid-19. ANTARA FOTO - Siswowidodo
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA — Epidemiolog dari Griffith University Australia Dicky Budiman mengapresiasi upaya pemerintah dalam menekan laju penularan Covid-19 melalui Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis level.
Menurutnya, dalam sepekan ini untuk pertama kalinya seluruh provinsi mencapai standard tes Covid-19. Salah satu provinsi yang sukses dalam mengendalikan pandemi, kata Dicky, adalah Jawa Timur.
Advertisement
“Kita bisa melihat bahwa level 1 sudah bisa diraih oleh Jawa Timur khususnya. Ke depannya bisa lebih banyak lagi di wilayah Jawa mengarah ke sana,” kata Dicky kepada Bisnis, Minggu (19/9/2021).
Berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19 penambahan kasus positif di Jawa Timur selama September ini terus mengalami perbaikan jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya.
Dikutip dari laman kominfo.jatimprov.go.id, Jumat (18/9/2021), disebutkan bahwa Jawa Timur telah masuk dalam kategori Level 1 Asesmen Situasi Covid-19 yang pertama dan satu-satunya se-Indonesia.
Dalam penilaian asesmen situasi level 1 Kemenkes RI itu, Jatim dinilai mampu dikarenakan tingkat penularan yang rendah dan kapasitas respons yang memadai.
"Alhamdulillah, Jawa Timur menjadi satu-satunya provinsi yang pertama masuk pada level 1 sesuai assesment yang dilakukan Kemenkes RI. Saya ucapkan terimakaaih kepada seluruh masyarakat Jawa Timur yang telah berjuang keras untuk patuh prokes selama PPKM ini. Capaian ini adalah hasil kerja keras dari semua pihak dan ini bentuk ke gotong royongan dan kekompakan kita semua" ujarnya.
Saat ini, tingkat keterisian tempat tidur rumah sakit atau BOR untuk pasien Covid-19 di Jatim adalah 14,21 persen per minggunya.
Angka ini sangat jauh dibawah standar WHO dimana standard minimalnya adalah 60 persen.
Selain itu, saat ini angka positivity rate sudah berada di angka 1,65 persen atau dibawah standard WHO yaitu 5 persen.
Lalu, sebanyak 37 Kabupaten/Kota di Jawa Timur sudah masuk zona kuning dan antrian IGD Covid-19 di Jawa Timur saat ini nol.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Lonjakan Kendaraan Arus Balik, Rest Area di Tol Ini Ditutup
- Listrik Kuba Kembali Padam Saat Tekanan Krisis Energi Meningkat
- Ledakan Petasan di Pamekasan Bongkar Produksi Berdaya Ledak Tinggi
- China Desak Penghentian Konflik Timur Tengah Saat Idulfitri
- Konflik Gas Iran-Qatar Picu Lonjakan Harga, Trump Berubah Arah
Advertisement
RSUD Panembahan Senopati Buka Klinik Ginjal, Urai Antrean Pasien
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Arus Kendaraan di Perbatasan DIY Melonjak
- Polda DIY Cek Kesiapan Arus Balik, Ini Hasilnya
- Dua Wisatawan Terseret Arus Rip Current di Pantai Drini
- Tahan Godaan Opor, Kapten PSIM Reva Pilih Tetap Disiplin Jaga Fisik
- Eks Menara Kopi Kotabaru Mulai Ramai Bus Pariwisata
- Satpol PP Masih Temukan Wisatawan Merokok dan Otoped di Malioboro
- Omzet Penjual Salak Jalan Jogja Solo Turun 40% Akibat Macet
Advertisement
Advertisement







