Merger Indosat-Tri Rampung Desember, Bagaimana Nasib Pelanggan?

Aplikasi Bima yang disediakan PT Hutchison 3 Indonesia (Tri Indonesia) untuk pelanggannya. - dok. Tri Indonesia
18 September 2021 17:07 WIB Leo Dwi Jatmiko News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - PT Indosat Tbk. (ISAT) memastikan pelanggan tetap terlayani dengan baik setelah merger dengn PT Hurchison 3 Indonesia.

Penggabungan perusahaan bertujuan memberikan pengalaman yang lebih sempurna kepada pelanggan setia. Kedua perusahaan juga akan beroperasi secara normal.

Director & Chief Operating Officer Indosat Vikram Sinha mengatakan penggabungan usaha tidak akan berdampak pada pelanggan. Konsolidasi dilakukan untuk memberikan pengalaman yang lebih baik kepada pelanggan.

“Prioritas kami adalah pelanggan,” kata Vikram di Jakarta, Jumat (17/9/2021).

Vikram mengatakan Indosat Ooredoo Hutchison akan memanfaatkan pengalaman yang mereka miliki untuk memberikan produk, layanan dan teknologi terbaik kepada para pelanggan.

Selain memberikan manfaat kepada pelanggan, kata Vikram, konsolidasi akan membuat perusahaan berjalan makin efisien. Dia memperkirakan efisiensi yang dihasilkan dari konsolidasi ini sekitar US$400 juta-US$500 juta dalam 5 tahun.

“Seperti dikatakan tadi oleh salah satu pemegang saham kami dalam tiga hingga lima tahun saja diperkirakan terjadi efisiensi antara US$ 400 juta hingga US$500 juta,"

Vikram juga mengatakan bahwa Indosat telah menyampaikan lini masa merger kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika hari ini. Rencananya proses merger akan selesai pada Desember 2021.

Sementara itu, Senior Vice President Corporate Communications Indosat Steve Saerang mengatakan saat ini hingga akhir tahun, masing-masing perusahaan akan tetap fokus pada bisnisnya masing-masing.

Data dan layanan yang diberikan kepada pelanggan tetap terjaga dengan baik.

Jika proses merger berjalan mulus, pada awal tahun rencananya perusahaan baru akan mulai efektif berjalan dengan nama Indosat Ooredoo Hutchison. Adapun untuk kode emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) rencananya tetap memakai kode ISAT.

"Sekarang fokus pada bisnis masing-masing, tetap jalan, datanya aman, pengalaman pelanggan gunakan produk tetap aman,” kata Steve.

Sumber : JIBI/Bisnis.com