AS Akan Targetkan Vaksinasi 70 Persen Warga Dunia pada 2022

Presiden Amerika Serikat Joe Biden - Bloomberg
15 September 2021 14:07 WIB John Andhi Oktaveri News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA—Presiden Amerika Serikat, Joe Biden akan mengusulkan target vaksinasi 70 persen populasi dunia pada tahun depan dalam pertemuan puncak vaksin global yang diadakan Majelis Umum PBB di New York bulan ini.

Target presiden AS itu dilaporkan oleh New York Times sejalan dengan ambisi yang ditetapkan bersama oleh Bank Dunia, Dana Moneter Internasional (IMF), WTO, dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). 

Akan tetapi target itu lebih ambisius daripada kinerja saat ini dan lebih tinggi dari target yang ditetapkan pada pertemuan G7 di Cornwall yang diketuai oleh Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson.

Kelompok negara G7 setuju untuk menyumbangkan 870 juta dosis vaksin Covid-19 secara langsung dengan target untuk mengirimkan setidaknya setengahnya pada akhir tahun 2021.

Negara Barat telah berulang kali dituduh menimbun kelebihan vaksin dan tidak etis karena memberikan suntikan kepada remaja atau tahap ketiga vaksin untuk orang dewasa.

Padahal sebagian besar wilayah Afrika sama sekali belum divaksinasi. "Target 70 persen itu “ambisius tetapi konsisten dengan target yang ada”, menurut Gedung Putih seperti dikutip TheGuardian.com, Rabu (15/9).

Pada bulan Juni, para kepala Grup Bank Dunia, IMF, WHO, dan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) menetapkan target 60% populasi dunia divaksinasi pada pertengahan 2022.

AS juga akan menyerukan negara-negara “dengan kemampuan yang relevan” untuk membeli atau menyumbangkan 1 miliar dosis tambahan vaksin virus Corona di luar 2 miliar yang telah dijanjikan oleh negara-negara kaya.

Para pemimpin dunia juga diminta untuk memastikan bahwa dana sebanyak US$3 miliar (£2.2 miliar) tersedia pada tahun 2021 dan US$7 miliar pada tahun 2022. Tujuannya untuk membiayai kesiapan dan pelaksanaan vaksinasi, memerangi keragu-raguan, dan pengadaan persediaan tambahan”.

Bulan ini WHO melaporkan bahwa hanya 20% orang di negara berpenghasilan rendah dan menengah ke bawah yang telah menerima dosis pertama vaksin dibandingkan dengan 80% di negara berpenghasilan tinggi dan menengah ke atas.

Sumber : JIBI/Bisnis.com