Epidemiolog Sebut Pembukaan Bioskop Jabodetabek Bisa Dilakukan

Dicky Budiman epidemiolog University Griffith. - Istimewa
13 September 2021 06:27 WIB Nyoman Ary Wahyudi News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA — Epidemiolog dari Griffith University Dicky Budiman menilai rencana pembukaan bioskop seiring pelonggaran Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM masih dapat dilakukan untuk kawasan Jabodetabek. Alasannya, kurva pandemi di kawasan aglomerasi itu memiliki kapasitas pemeriksaan yang relatif optimal.

“Kalau rencana ini dilakukan di Jabodetabek atau Jakarta saya kira ini masih bisa dilakukan uji coba. Kalau di daerah luar itu saya masih meragukan,” kata Dicky melalui pesan suara kepada Bisnis, Minggu (12/9/2021).

Dicky menyarankan pemerintah menerapkan sistem zonasi selama uji coba pembukaan bioskop tersebut. Artinya, setiap pengunjung bioskop ditetapkan secara terbatas yang berasal dari wilayah administrasi terkait.

“Kalau bioskopnya di Jakarta Selatan, penontonya juga harus berasal dari Jakarta Selatan, yang membeli tiket, registrasi mesti penduduk di Jakarta Selatan,” kata dia.

Sebelumnya, Ketua Gabungan Pengusaha Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI) Djonny Syafruddin menyebutkan sudah ada beberapa persiapan yang dilakukan oleh pihaknya untuk menyambut sinyal pembukaan bioskop yang menguat akan dibuka pada 14 September 2021.

Beberapa persiapan di antaranya seperti persiapan penerapan protokol kesehatan di dalam ruangan bioskop, film-film yang ditayangkan, hingga pemenuhan regulasi untuk pengawasan seperti penyediaan medium barcode untuk aplikasi PeduliLindungi.

"Semuanya itu dikerjakan atas nama asosiasi dan bukan per bioskop," kata Djonny.

GPBSI, kata Djhonny, sudah berkoordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk memastikan persiapan industri film. Khususnya, agar bioskop bisa kembali beroperasi di tengah menurunnya level PPKM di beberapa kawasan di Indonesia.

Meski demikian, Djonny mengatakan keputusan dibukanya bioskop di 14 September 2021 masih dalam tahapan pembahasan di tingkat kementerian.

"Belum ada kepastian [buka tanggal 14 September], tapi kalau dilihat persentasenya ya 75 persen lah. Ada harapan," ujar dia.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia