Epidemiolog: Covid-19 Varian Mu Bisa Turunkan Efikasi Vaksin

Ilustrasi - Virus Corona makro dan varian MU (VOI),B.1.621,B.1.617.1,C.37.Covid-19 Delta plus, varian MU. Virus SARS-CoV-2 bermutasi. - Antara
09 September 2021 21:47 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, SOLO - Epidemiolog dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Tri Yunis Miko Wahyono mengatakan bahwa varian Mu bisa menurunkan efikasi vaksin Covid-19.

Hal itu disebabkan lantaran varian tersebut dapat beradaptasi dengan perlindungan antibodi yang diciptakan dari imunisasi usai vaksinasi Covid-19.

"Varian Mu punya protein yang bisa beradaptasi terhadap antibodi, jadi menurut saya karena adaptasi itu dia bisa tahan sedikit, jadi semua vaksin akan menurun efikasinya, sama dengan variant of interest lain," kata Yunis.

Sementara itu, Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasikan suatu varian virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 sebagai variant of interest (VoI) dengan kriteria, yakni varian tersebut memiliki perubahan genetik yang diperkirakan memengaruhi karakterisitk virus, seperti penularan, keparahan penyakit, pelepasan kekebalan, dan pelepasan diagnostik.

Variant of interest juga diidentifikasi sebagai penyebab penularan komunitas yang signifikan atau beberapa kluster Covid-19, di banyak negara dengan prevalensi relatif yang meningkat bersamaan dengan peningkatan jumlah kasus dari waktu ke waktu, atau dampak epidemiologis nyata lainnya yang menunjukkan risiko yang muncul terhadap kesehatan masyarakat global.

Adapun saat ini varian yang masuk daftar VoI adalah varian Eta, Iota, Kappa, Lambda, dan Mu.

Bersamaan dengan itu, guna mencegah masuknya varian Mu ke Indonesia ini pemerintah pun tidak mengizinkan pendatang dari Kolombia maupun negara-negara yang memiliki kasus temuan varian Mu untuk masuk ke Indonesia.

Di samping itu, pemerintah juga terus melakukakn surveilans pengurutan genom virus atau whole genom sequencing untuk melacak keberadaan virus tersebut di tengah masyarakat.

Sumber : Antara