Nadiem Tegaskan Orang Tua Bisa Memilih Pembelajaran Tatap Muka saat Pandemi

Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma'ruf Amin melakukan peninjauan pelaksanaan PTM di Pondok Pesantren Darunnajah, Jakarta. - Istimewa
09 September 2021 14:17 WIB Nancy Junita News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim mendampingi Wakil Presiden Republik Indonesia (Wapres RI) Ma’ruf Amin meninjau pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di SMP Negeri 1 Citeureup dan vaksinasi masyarakat umum di SMK Swasta Kesehatan Annisa di Kabupaten Bogor, Kamis (9/9/2021).

Kabupaten Bogor saat ini merupakan wilayah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3, dan sekolah sudah diperbolehkan PTM terbatas.

Wapres menyampaikan dukungannya terhadap kinerja mendikbudristek dalam mendorong PTM terbatas.

“Saya mendukung upaya mendikbudristek  mendorong bagi sekolah di daerah yang  memang PPKM level 1-3 agar melaksanakan PTM terbatas supaya tidak tertinggal. PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) tidak maksimal. Maka, PTM terbatas terus kita dorong supaya ketertinggalan pembelajaran bisa dikejar,” terang Ma’ruf saat kunjungannya di Bogor (9/9/2021).

Memantau pelaksanaan PTM terbatas di SMPN 1 Citeureup, Ma’ruf menuturkan, pada prinsipnya pemerintah menganggap penting untuk memulai PTM terbatas.

Sudah dibuat aturan-aturannya supaya bisa belajar dengan aman. Saya tahu dari berdialog dengan para siswa, hampir 100 persen ingin tatap muka terbatas, kata Ma’ruf.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum dan Akademik SMPN 1 Citeureup, Hermana Gustiawati menyebut, bahwa siswa sangat antusias menyambut pelaksanaan PTM terbatas.

“Para guru, siswa semuanya sudah siap kembali sekolah. Para orangtua juga seluruhnya mendukung pelaksanaan PTM terbatas. Berbagai upaya telah kami lakukan dalam menyambut PTM terbatas ini dengan tetap menerapkan protokol kesehatan di sekolah," ujarnya.

Dorong PTM

Mendikbudristek dalam pernyataannya mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Bogor yang mayoritas pendidik dan tenaga kependidikannya sudah divaksinasi, serta telah mendorong dilaksanakannya PTM terbatas sesuai SKB Empat Menteri yang diterbitkan Maret 2021.

“Apabila sekolah di wilayah PPKM level 1-3 yang pendidik dan tenaga kependidikannya sudah divaksinasi secara lengkap, sekolah wajib memberikan opsi PTM terbatas dan juga PJJ”.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Kabupaten Bogor Ade Munowaroh Yasin menyampaikan, pihaknya mendorong 100 persen satuan pendidikan di Kabupaten Bogor untuk melaksanakan PTM terbatas, dan tetap monitoring agar tidak terjadi klaster di sekolah.

Untuk itu, kepada seluruh satuan pendidikan di Kabupaten Bogor yang belum melaksanakan PTM terbatas, Ade Yasin mengimbau untuk segera melaksanakan PTM terbatas mengingat hampir 80 persen pendidik dan tenaga kependidikan sudah diberikan vaksinasi Covid-19.

“Untuk sekolah sekolah yang belum melaksanakan PTM terbatas, saya imbau untuk segera mempersiapkan, karena anak-anak juga menunggu untuk segera sekolah. Kepada para orangtua kami imbau untuk segera ikut vaksin juga agar tidak terjadi klaster keluarga yang dibawa ke sekolah,” imbaunya.

Di SMK Swasta Kesehatan Annisa, Menteri Nadiem juga mengingatkan hak orangtua untuk menentukan, meskipun PTM terbatas sangat berbeda dengan sekolah seperti biasanya. Perbedaan tersebut diatur dalam SKB Empat Menteri yang diterbitkan Maret 2021.

“Ibu dan bapak jangan lupa, orangtua tetap berhak menentukan apakah anaknya ikut PTM terbatas atau PJJ. Keputusan terakhir ada di orangtua. Sekolah perlu menghormati keputusan orang tua tanpa diskriminasi,” sebutnya.

 

Sumber : JIBI/Bisnis.com