Peneliti: Orang Kidal Lebih Cepat Sembuh Jika Terserang Stroke

Ilustrasi stroke
05 September 2021 22:57 WIB Mia Chitra Dinisari News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Peneliti menemukan fakta bahwa orang kidal lebih cepat sembuh jika terkena stroke.

Dominasi pemakaian tangan kanan atau kiri pada seseorang dapat menentukan hasil dari insiden stroke akut, karena dapat memberikan petunjuk tentang sisi otak mana yang terpengaruh.

Ini karena dominasi penggunaan tangan merupakan faktor penting dalam kinerja keterampilan motorik, dengan tangan dominan digunakan untuk kegiatan sehari-hari dan rekreasi.

Para peneliti telah mengamati penderita stroke memiliki tangan dominan yang terpengaruh oleh suatu insiden.

Satu studi khususnya, menemukan bahwa pasien dengan tangan yang dominan sebelah kanan mengalami stroke di sisi kiri otak cenderung memulihkan kemampuan berbicara mereka lebih lambat daripada orang yang kidal.

Dokter Athwal, Konsultan Neurologis di Pusat Rehabilitasi Stroke Rumah Sakit Wellington, mengatakan setiap masalah yang mempengaruhi otak  termasuk stroke dapat bermanifestasi secara berbeda tergantung pada penggunaan tangan.

“Ahli saraf biasanya bertanya kepada orang-orang apakah mereka kidal atau normal untuk lebih memahami efek stroke. Tangan mencerminkan sisi mana dari otak seseorang yang berisi belahan otak dominan dan sisi mana belahan otak yang tidak dominan," ujarnya.

Pada orang yang tidak kidal, misalnya, belahan otak yang dominan ada di sebelah kiri.

Selanjutnya, beberapa penelitian menemukan bahwa stroke akan menghasilkan gejala yang berbeda tergantung pada apakah itu terjadi di sisi kiri atau kanan otak.

Sebagian besar pasien tidak kidal dan 70 persen pasien kidal memiliki pusat bahasa mereka yang terletak di belahan kiri otak mereka, 10 persen pasien kidal lainnya menggunakan kedua belahan otak untuk mengontrol fungsi bahasa.

“Satu perbedaan penting antara sisi kanan dan kiri adalah fungsi bahasa. Ini adalah kemampuan untuk mengekspresikan dan memahami bahasa dalam segala bentuknya, bukan hanya berbicara. Pada hampir semua orang yang tidak kidal, dan sekitar setengah dari orang yang kidal, pusat bahasa berada di sebelah kiri, di daerah yang disebut lobus temporal kiri. Stoke di sini dapat memengaruhi kemampuan untuk memahami atau mengekspresikan bahasa, atau keduanya. Karena bahasa adalah fungsi yang sangat penting, stroke di sisi kiri otak dapat memiliki dampak yang lebih besar daripada di kanan." ujarnya.

Ketika stroke mempengaruhi bagian sensorik dari korteks non-serebral, cedera dapat mengakibatkan cacat.

Cedera akut pada satu sisi otak dapat menyebabkan pasien mengalami kekakuan tubuh di sisi yang bertentangan.

Oleh karena itu, ketika stroke terjadi di sisi kanan otak, pasien yang pulih mungkin masih akan mengalami kekakuan pada bagian kanan.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia