Pemilu 2024 Akan Banyak: Pilpres, 542 Kepala Daerah, dan 20.528 Kursi Legislatif

Aktivis dari Aliansi Masyarakat Sipil Untuk Kemanusiaan menandatangani spanduk dukungan saat menggelar aksi mendukung KPU di depan Gedung KPU, Jakarta, Senin (22/4/2019). - Antara/Indrianto Eko Suwarso
03 September 2021 14:37 WIB Jaffry Prabu Prakoso News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri Bahtiar mengatakan pemilu serentak 2024 bakal sulit dikelola.

Perebutan kursi terjadi mulai dari tingkat kabupaten/kota hingga nasional di seluruh Indonesia.

Setidaknya akan ada pemilihan presiden, 542 kepala daerah provinsi/kabupaten/kota, dan legislatif yang merebut 575 kursi di DPR, 19.817 DPRD provinsi/kabupaten/kota, dan 136 DPD.

“Tentu pada saat pertandingan itu, semuanya bertanding dan berupaya meyakinkan publik agar mendapat dukungan publik. Jadi bagaimana agar rakyat memilih dia. Maka, segala macam bentuk strategi kampanye, meyakinkan, dan membangun citra diri dilakukan para calon,” katanya pada diskusi virtual.

Bahtiar menjelaskan, bahwa pada saat yang sama, masyarakat Indonesia memiliki beragam latar belakang. Dari sisi  pendidikan, lebih dari 50 persen lulusan SMP. Sedangkan dari wilayah, tersebar hingga pelosok. Apalagi, Indonesia memiliki kondisi geografis beragam.

“Ini tidak mudah mengelola semua ini dalam sebuah sistem besar. Pemahaman pengaturan akan berlaku, tapi belum tentu penerimaannya sama.

Bahkan, penyelenggara pemilu itu juga belum tentu sama. Jadi, ini pekerjaan yang sangat besar dan harus direncanakan secara baik, jelasnya.

Sisi positifnya, Indonesia melakukan pemilu serentak pada 2024. Dengan waktu yang tersisa 3 tahun lalu, dipastikan persiapannya lebih matang.

Simulasi bahkan sudah dilakukan penyelenggara pemilu. Berdasarkan hasil kesepakatan sebelumnya, pileg dan pilpres dilakukan pada Rabu, (28/2/204). Sedangkan pilkada Rabu, (27/10/2024).

Sumber : JIBI/Bisnis.com