BBM Jenis B50 Berlaku 1 Juli, Bahlil: Impor Solar C48 Dihentikan
Program B50 mulai diterapkan 1 Juli 2026. Pemerintah optimistis kebijakan ini dapat menghentikan impor solar C48 dan menghemat devisa Rp157,28 triliun.
Kondisi terkini mural yang diduga mirip sosok Jokowi setelah dihapus oleh orang yang tak dikenal di Jalan Kebagusan Raya, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Rabu (1/9/2021)./Antara
Harianjogja.com, JAKARTA – Mural yang diduga mirip Presiden Joko Widodo atau Jokowi kembali raib dan kini penciptanya pun dicari.
Terbaru, mural yang diduga mirip dengan wajah Jokowi di kawasan Kebagusan Raya, Jagakarsa, mencuat ke publik karena diduga berupa kritikan terhadap pemerintahan saat ini.
Objek dalam mural tersebut digambarkan sesosok wajah yang diduga mirip dengan Jokowi mengenakan baju hitam bertulis "IIT". Dan digambarkan sedang tersenyum dan mengacungkan jempol.
Kemudian, di sisi dekat kepala terdapat tulisan, "Okelah 3 Periode HEHEHE...". Sementara di sisi bawah dekat leher terdapat tulisan "#IndonesiaWajibOK, nggak oke...? BORGOL". Sedangkan di sisi kiri objeknya bertuliskan "AKU NYERAH PAKDEH".
Sementara itu, di sisi kanan Jokowi ada tulisan di dua blok tembok "MIKIRIN RAKYAT SAMPAI KURRUS".
Kini, petugas Satuan Polisi Pamong Praja Kelurahan Jagakarsa menelusuri pembuat mural yang diduga mirip dengan Jokowi dengan sejumlah tulisan di tembok kawasan Jalan Kebagusan Raya, Jagakarsa, Jakarta Selatan, meskipun saat ini gambar tersebut sudah dihapus oleh orang tak dikenal.
Baca juga: Jalur Wisata di DIY Kembali Diperketat, Ini Penyebabnya
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kelurahan Jagakarsa, Gortap saat dihubungi di Jakarta, Rabu (1/9/2021) mengatakan, bahwa akan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk menelusuri lebih lanjut pembuat mural yang diduga menampilkan wajah mirip pemimpin negara.
Pihaknya tidak mengetahui pasti pihak yang menghapus mural tersebut. Namun demikian, dia menduga hal itu dilakukan oleh pembuat mural itu sendiri lantaran adanya kekhawatiran setelah viralnya lukisan tersebut ke dunia maya.
“Kita perlu bukti juga untuk mengatakan siapa yang menghapus itu, tapi saya menduga itu dilakukan pelakunya karena sempat ramai dari kemarin malam,” ujarnya.
Gortap menjelaskan, bahwa pihaknya mengetahui keberadaan lukisan itu sejak sore menjelang malam hari pada Selasa, (31/8/2021), setelah mendapat laporan dari sejumlah masyarakat yang mempertanyakan mural diduga bermuatan kritik kepada pemerintah tersebut.
Kemudian, sekitar pukul 22.00 WIB hingga 23.00 WIB mendapat laporan kembali bahwa mural tersebut sudah disamarkan dengan cat berwarna putih untuk menghilangkan gambar dan tulisan yang terdapat di mural tersebut.
“Sekitar jam 10-11 malam lah kalau itu sudah disamarkan dengan cat putih. Pas kita cek ke lokasi, kita belum mendapat keterangan dari warga siapa yang melakukan. Jadi belum tau yang melalukan pencoretan ini,” kata dia.
.jpg)
Mural 404: Not Found
Sebelumnya, publik juga dibuat heboh dengan adanya mural mirip wajah Jokowi di kawasan Batuceper, Kota Tangerang, Banten pada 13 Agustus 2021.
Tidak lama setelah itu, aparat menghapus mural tersebut. Mural tersebut menampilkan visual gambar mirip wajah Jokowi.
Pada bagian mata, wajah itu ditimpa dengan kelir merah dan ditulis 404: Not Found. Tidak lama setelah karya seni itu berseliweran di media sosial, aparat bergegas menutup mural dengan warna hitam seluruhnya.
Tindakan ini mengundang pro dan kontra di jagat maya. Staf Khusus Menteri Sekretaris Negara Faldo Maldoni menyebut tidak ada yang salah dari mural tersebut apabila telah mendapat izin.
Pembuatan mural tanpa izin kata dia melawan hukum dan sewenang-wenang.
"Makanya kami keras. Ada hak orang yang diciderai, bayangkan itu kalau tembok kita, yang tanpa izin kita. Orang yang mendukung kesewenang-wenangan, harus diingatkan," tulisnya melalui Twitter, dikutip Sabtu (14/8/2021).
Sementara, Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara di akun Twitter @Bekahapsara, Sabtu (14/8/2021). Menuturkan bahwa mural tidak terpisahkan dalam perjuangan kemerdekaan.
"Di Indonesia, mural juga menjadi bagian tak terpisahkan dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia serta alat melawan ketidakadilan setelah kemerdekaan, sampai sekarang," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Program B50 mulai diterapkan 1 Juli 2026. Pemerintah optimistis kebijakan ini dapat menghentikan impor solar C48 dan menghemat devisa Rp157,28 triliun.
Perempuan masih mendominasi pemohon AK-1 di Sleman seiring meningkatnya kebutuhan tenaga kerja industri garmen.
Tiga penyebab WiFi lemot di rumah modern yang sering terabaikan serta cara mengatasinya agar koneksi lebih stabil.
Korea Selatan vs Meksiko di Piala Dunia 2026 jadi laga krusial Grup yang berpotensi menentukan tiket awal ke babak 32 besar.
Bakamla RI lirik DIY sebagai titik strategis pengawasan Laut Selatan dalam sistem keamanan maritim nasional terintegrasi.
Kanada vs Qatar di Piala Dunia 2026 jadi laga krusial Grup B dengan peluang seimbang dan tekanan besar bagi kedua tim.