Pengamat: Partai Baru Bikin Konstelasi Politik 2024 Ketat

Ilustrasi. - Freepik
01 September 2021 03:37 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA-Munculnya partai baru seperti Partai Gelora, Partai Ummat dan Masyumi akan membuat konstelasi politik 2024 semakin ketat. Hal tersebut disampaikan oleh pengamat politik dari Political and Public Policy Studies (P3S) Jerry Massie. 

"Dari partai baru ini, maka tiga partai ini yang bakal laris manis," kata Jerry di Jakarta, Selasa (31/8/2021).

Menurut dia, agar lolos dalam verifikasi Kemenkumham dan KPU, maka partai-partai baru harus mempersiapkan bayak hal, tidak hanya infrastruktur partai, tapi juga soal political branding dan political marketing yang kuat agar mampu lolos ke Parlemen. Jika tidak, mereka bisa disengat partai-partai mainstream.

 "Sedangkan mereka saya sebut grassroot party atau partai arus bawah yang belum dikenal. Goal setting, concept and vision [sasaran, konsep dsn visi] mereka harus jelas. Agar bisa diterima publik," jelas Direktur Eksekutif P3S ini.

Selain itu sasaran, konsep dan visi partai baru juga harus jelas agar bisa diterima publik. Memang diakui dia, kekuatan keuangan, massa dan jaringan akan mampu membuat partai baru ini bersinar dan berkibar.

"Tinggal mau ke arah moderat, bipartisan, konservatif atau liberal. Partai-partai baru perlu memilih arahnya kemana? Paling penting ideologi tetap Pancasila, NKRI dan UUD 1945," ujarnya.

Baca juga: Taliban Ajak Amerika Serikat Bangun Hubungan Diplomatik

Jerry menuturkan kekuatan finansial akan menentukan partai-partai baru lolos serta verifikasi Kemenkumham.

Dia memperkirakan, ada lima partai baru yang akan lolos, yakni Partai Ummat, Gelora, Masyumi, Nusantara, PUKM.

"Tapi dari para aktor politik, Partai Ummat dan Gelora yang berpotensi lolos. Apalagi sang arsitek Partai Ummat Amien Rais dan Partai Gelora Anis Matta yang sudah banyak makan garam di kancah politik tanah air," katanya.

Dia berharap partai-partai baru yang akan lolos nanti sebaiknya tetap oposisi biar kekuatan oposisi semakin tajam karena sampai kini tinggal Demokrat dan PKS di jalur oposisi.

Sumber : Antara