Luhut Klaim Strategi Penanganan Covid-19 Beda dengan Negara Lain

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan - Istimewa
31 Agustus 2021 17:07 WIB Aprianus Doni Tolok News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitain kembali menegaskan Indonesia memiliki strategi yang berbeda dengan negara lain dalam penanganan pandemi Covid-19.

“Setiap negara itu punya desain, punya strategi yang berbeda sesuai dengan lingkungannya dan Indonesia punya strategi yang berbeda [dalam penanganan pandemi],” kata Luhut dalam Forum Nasional Kemandirian dan Ketahanan Industri Alat Kesehatan, Senin (30/8/2021), dikutip dari YouTube Farmakes TV.

Menurutnya, Indonesia yang merupakan negara kepulauan dengan jumlah penduduk yang sangat besar tidak bisa sekadar meniru strategi penanganan Covid-19 negara-negara lain.

Namun, Luhut tidak menampik bahwa ada beberapa dasar strategi yang sama dengan negara lain seperti protokol kesehatan, 3T (tracing, testing, treatment) dan vaksinasi.

Dalam kesempatan tersebut, Luhut juga menegaskan bahwa kebutuhan alat pelindung diri (APD) seharusnya bisa dipenuhi oleh industri dalam negeri.

“Masa kita terus impor APD? Tidak boleh lagi ada impor APD. Sudah cukup, di dalam negeri sudah ada, jadi tidak ada lagi pakai impor,” ujarnya.

Menko juga memastikan akan mempermudah izin bagi para pelaku industri dalam memproduksi APD atau alat kesehatan lainnya.

“Jadi ayo investasi di Indonesia, ayo banggalah jadi Indonesia, jangan hanya impor-impor saja,” imbuhnya.

Adapun, pada saat ini Indonesia masih banyak bergantung pada impor dalam pemenuhan kebutuhan alat kesehatan hingga obat.

Dengan ketersediaan bahan baku, kata Luhut, beberapa alat kesehatan yang selama ini diimpor harus mulai diproduksi di dalam negeri.

Untuk itu, Luhut mendorong para pelaku industri untuk mulai memproduksi alat-alat kesehatan yang bahan bakunya ada di dalam negeri.

Sumber : JIBI/Bisnis.com