Pagebluk Renggut Kebahagiaan Anak-Anak

Julia Pratiwi menjadi yatim piatu setelah ibunya meninggal dunia karena Covid-19. Ia kini tinggal bersama ayah sambungnya, Triyadi, di Ngargogondo, Borobudur, Kabupaten Magelang, Jumat (27/8/2021). - Harian Jogja/Nina Atmasari
28 Agustus 2021 14:17 WIB Nina Atmasari News Share :

Harianjogja.com, MAGELANG—Pandemi Covid-19 membuat ribuan orang meninggal dunia. Banyak anak-anak menjadi yatim piatu dan harus melanjutkan hidup tanpa orang tuanya. Berikut laporan yang dihimpun wartawan Harian Jogja, Nina Atmasari.

Julia Pratiwi semringah. Bocah 11 tahun itu membuka kardus ponsel yang baru saja diterimanya, isinya sebuah smartphone baru. “Sekarang tidak perlu ke rumah bulik [bibi] lagi. Kalau ada PR [pekerjaan rumah] dari Bu Guru enggak perlu lewat Bulik,” kata siswi kelas IV SDN Ngargogondo, Borobudur, Kabupaten Magelang tersebut, Jumat (27/8).

Pagi itu, bocah asal Malangan Ngargogondo Borobudur itu baru saja menerima bantuan ponsel dari istri Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Juliati Sigit Prabowo yang disalurkan melalui Polres Magelang. Ponsel itu sangat berguna untuk kegiatan belajar di sekolahnya yang masih dilakukan secara daring sejak pandemi Covid-19. Sebelumnya, karena tidak punya ponsel, ia harus menumpang ponsel buliknya jika ada kiriman tugas dari gurunya.

Julia Pratiwi kini menjadi yatim piatu. Ibunya, Siti Khoiriah, telah meninggal dunia setelah terinfeksi Covid-19 pada Mei 2020 lalu seusai pulang dari Jakarta menghadiri pernikahan kakak Julia. Adapun ayah Julia sudah lebih dahulu meninggal saat Julia belum usia sekolah. Ibu Julia sempat menikah lagi pada 2019 dengan Triyadi, 41, dan tinggal di Ngargogondo.

Kini, Julia tinggal bersama ayah sambungnya tersebut. Sehari-hari, Triyadi menjadi buruh pencari rumput dan memelihara kambing milik warga lain. “Belum bisa membelikan ponsel sendiri, alhamdulillah ada yang memberi,” kata Triyadi.

Ia lalu menceritakan, sebelum meninggal, mendiang istrinya tidak pernah sakit. Saat itu, awal pandemi Covid-19, Siti Khoiriah nekat berangkat ke Jakarta menghadiri pernikahan anak pertamanya,  buah hati dengan mendiang suami terdahulu.

Sepulang dari Jakarta, Siti Khoiriah merasa tidak enak badan, hingga akhirnya dibawa ke RSUD Muntilan.  Sempat dirawat empat hari, ia lantas mengembuskan napas terakhir.

Nasib serupa dengan Julia Pratiwi, juga dialami Rangga Bagus Irawan. Siswa kelas VII SMP 10 Kota Magelang itu kini juga menjadi yatim piatu setelah sang ibu, Cici Sri Sukawati menjadi korban Covid-19 pada 20 Juli lalu. Ayahnya sudah meninggal lima tahun sebelumnya.

Rangga dan kakaknya, Bayu Bima, 18, kini tinggal bersama pamannya, Yuniaris di Ngepos, Banyuurip, Tegalrejo, Kabupaten Magelang. “Kalau ada apa-apa minta bantuan paman, tetapi juga tidak bisa penuh karena paman juga harus bekerja untuk keluarganya,” kata Rangga.

Pada Jumat pagi, Polres Magelang menyalurkan bantuan berupa telepon seluler  untuk 10 anak yatim piatu yang ditinggal ke alam baka oleh orang tuanya karena Covid-19. Bantuan ponsel berasal dari Ketua Umum Bhayangkari yang merupakan istri Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Juliati Sigit Prabowo.

“Kami meneruskan bantuan dari Ibu Kapolri untuk memberikan ponsel kepada putra-putri yang orang tuanya meninggal karena Covid-19. Tujuannya untuk sarana belajar anak-anak, karena kan saat ini anak-anak belajar mengajar memakai ponsel,” kata Kapolres Magelang AKBP Mochamad Sajarod Zakun.

Berdasarkan data di Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kabupaten Magelang, per 10 Agustus lalu, sebanyak 334 anak di wilayah ini ditinggalkan orangtuanya yang menjadi korban jiwa Pandemi Covid-19.

Plt Kepala Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kabupaten Magelang, Bela Pinarsi, mengatakan mereka adalah anak dengan usia di bawah 18 tahun. Rinciannya 228 anak yatim, 101 anak piatu, dan 5 anak yatim piatu.

Bela mengatakan dampak Covid-19 memang luar biasa sehingga bisa menyebabkan anak-anak tersebut tidak bisa lagi mendapatkan kasih sayang orang tua mereka. Kini para anak-anak tersebut mendapatkan pengasuhan dari keluarga dekat mereka.

Pemkab, lanjutnya, kini juga sedang mendata lebih rinci anak-anak tersebut untuk mengecek apakah yang bersangkutan telah mendapatkan jaminan sosial atau belum. Tujuannya agar masa depan anak-anak tersebut baik pendidikan, kesehatan maupun lainnya nantinya bisa dibantu pemerintah.

"Kami sisir lagi untuk by name by address-nya rencana untuk tindak lanjut dari data yang diterima mau cek anak-anak ini sudah mendapat jaminan sosial atau belum, KIP [Kartu Indonesia Pintar] sama KIS [Kartu Indonesia Sehat] dan sebagainya. TKSK [Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan] kami di semua kecamatan nanti cek anak-anak itu ke lokasi," ujarnya.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Magelang, Nanda Cahyadi Pribadi, mengatakan upaya penanganan Covid-19 terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Magelang seperti terus mengingatkan akan 5M yakni memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, mengurangi mobilitas dan menghindari kerumunan; menggencarkan 3T yakni testing, tracing dan treatment; menyiapkan tempat isolasi terpadu, dan menggalakkan vaksinasi.