Menlu RI Temui Perwakilan Kantor Politik Taliban

Tampilan layar menampilkan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi memberikan sambutan saat Pelepasan Jelajah BUMN 2021 BUKANJAGOKANDANG di Jakarta, Kamis (29/7/2021). Jelajah BUMN Bukan Jago Kandang diharapkan dapat memberi informasi bagi masyarakat luas mengenai apa saja yang sudah dan akan dilakukan perwakilan BUMN Indonesia di luar negeri. Termasuk, apa saja potensi bisnis yang dapat dimanfaatkan untuk membuka peluang yang lebih luas. Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
27 Agustus 2021 09:47 WIB Oktaviano DB Hana News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Menteri Luar Negeri RI Retno LP Marsudi bertemu dengan perwakilan kantor politik Taliban di Doha, Qatar, kemarin (26/8/2021).

Hal itu diungkapkan Retno melalui akun Instagram resminya, @Menlu_RI, Jumat (27/8/2021) 01.31 WIB. Pertemuan itu dilakukan di sela-sela kunjungan Menlu RI ke Qatar.

Dalam pertemuan itu, Menlu mengaku menyampaikan sejumlah hal kepada perwakilan kantor politik Taliban di Doha, termasuk untuk memastikan Afghanistan tidak menjadi tempat berkembang biak bagi organisasi dan kegiatan teroris.

BACA JUGA : Taliban Setuju Evakuasi Orang Asing dari Afghanistan Setelah 31 Agustus

"Saya menyampaikan kepada Taliban pentingnya: pemerintahan inklusif di Afghanistan; menghormati hak-hak perempuan; dan memastikan Afghanistan tidak menjadi tempat berkembang biak bagi organisasi dan kegiatan teroris," tulisnya di Twitter.

Pada hari yang sama di Doha, Menlu RI juga bertemu dengan Utusan Khusus AS untuk Afghanistan, Zalmay Khalilzad. Keduanya  membahas antara lain isu-isu yang berkaitan dengan evakuasi, keamanan dan masa depan Afghanistan

Di samping itu, Retno mengaku melakukan diskusi yang bermanfaat dengan rekan baiknya, Wakil Perdana Menteri Qatar dan Menteri Luar Negeri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al-Thani.

BACA JUGA : 2 Serangan Bom Terjadi di Dekat Bandara Kabul, Dikabarkan Telan 10 Korban Jiwa

"Kami membahas banyak isu terkait masa depan Afghanistan. Saya menegaskan kembali pentingnya pemerintahan yang inklusif; menghormati hak-hak perempuan; dan memastikan Afghanistan tidak menjadi tempat berkembang biak bagi organisasi dan kegiatan teroris," tulsinya di Twitter.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia