Ini Regulasi yang Hambat Investasi Energi Terbarukan
Permen ESDM No 50/2017 dan perubahannya masih tidak menarik bagi para investor.
Para anggota Taliban berdiri di luar Bandara Internasional Hamid Karzai di Kabul, Afghanistan, pada 16 Agustus 2021./Antara-Reuters
Harianjogja.com, JAKARTA - Salah satu gubernur wanita pertama Afghanistan Salima Mazari dilaporkan telah ditangkap oleh Taliban. Kendati begitu tidak diketahui alasan penangkapan tersebut.
Salima Mazari diketahui masuk dalam satu barisan yang melawan Taliban saat perang selama 20 tahun di negara itu berlangsung. Situasi perang berubah drastis saat tentara AS meninggalkan Afghanistan sejak Mei 2021.
Dilansir IndiaToday, Salima tetap tinggal di negara itu sampai provinsi yang dipimpinnya, Balkh ditaklukan oleh Taliban. Dia dilaporkan ditangkap sejak Rabu (18/8/2021).
BACA JUGA: 1,56 Juta Vaksin Pfizer Pertama Tiba di Indonesia, Ini Rencana Sasarannya
Laporan itu mengatakan bahwa pemimpin wanita tersebut ditangkap oleh Taliban setelah gerilyawan menguasai seluruh negara dan kepemimpinan Afghanistan, termasuk Presiden Ashraf Ghani melarikan diri ke Uni Emirat Arab.
Beberapa tahun yang lalu, Salima Mazari menjadi salah satu dari tiga wanita yang pernah menjabat sebagai gubernur di Afghanistan.
Di tengah situasi banyak provinsi di Afghanistan hancur tanpa perlawanan berarti, Salima mencoba segalanya untuk menjaga Distrik Chahar Kint di Provinsi Balkh. Distrik Chahar Kint, dengan Salima Mazari sebagai pemimpinnya melakukan pertempuran besar melawan Taliban.
Laporan yang sama menyebutkan hingga musim gugur terakhir, Chahar Kint adalah satu-satunya wilayah di bawah kendali seorang wanita yang tidak termasuk dalam kelompok teror mana pun di wilayah tersebut.
Menurut The Guardian, Salima Mazari berhasil menegosiasikan penyerahan 100 pejuang Taliban tahun lalu. Selama beberapa tahun terakhir, Salima Mazari telah mendapatkan banyak pujian dan perhatian sebagai pemimpin wanita di Afghanistan.
Dilansir The Guardian pada awal serangan Taliban terbaru dalam merebut Afghanistan, Salima Mazari telah menyatakan keprihatinan tentang keselamatan rakyatnya.
Diberitakan sebelumnya, Taliban menguasai Istana Kepresidenan pada Minggu (15/8/2021). Penguasaan ini berjalan tanpa perlawanan berarti dari militer Afghanistan. Presiden Afghan Ashraf Ghani dilaporkan langsung melarikan diri sebelum Taliban menguasai Kabul.
Dia berdalih langkah itu diambil untuk menghindari pertumpahan darah. Tidak lama berselang, Ghani bersumpah untuk kembali ke negara itu dengan alasan memperbaiki masalah di sana. Sementara Ghani juga dilaporkan membawa kabur uang negara dalam pelariannya itu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Permen ESDM No 50/2017 dan perubahannya masih tidak menarik bagi para investor.
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.