BOR Rumah Sakit di Jawa-Bali Turun Sesuai Kriteria WHO, di Luar Jawa Naik
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA – Sejak penerapan PPKM, keterisian rumah sakit atau bed occupancy rate (BOR) rumah sakit (RS) di Pulau Jawa dan Bali mulai mengalami penurunan. Namun, di luar Jawa justru terjadi peningkatan.
“BOR Isolasi Jawa dan Bali, di DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten, shape-nya sudah turun signifikan dan berhasil angkanya di bawah 60 persen. Kriterianya sudah baik, di bawah kriteria WHO 60 persen,” kata Tim Pakar Satgas Penanganan Covid-19 Dewi Nur Aisyah dalam Covid-19 Dalam Angka, Kamis (12/8/2021).
Advertisement
Namun, Yogyakarta mendapat peringatan lantaran BOR-nya masih di 61,87 persen, dan Bali masih 74,74 persen.
“BOR ini juga beragam, karena ketersediaan tempat tidur di masing-masing provinsi juga berbeda. Ini memang catatannya masih ada 2 yang harus hati-hati. Semakin turun kasusnya pasti turun BOR-nya,” jelasnya.
Kemudian, untuk BOR ICU, Dewi mengungkapkan sebagian besar masih di atas 60 persen, tapi di bawah 80 persen.
“Hanya Bali yang angka BOR di atas 80. Semua di Jawa masih di atas 60 persen. Kalau bisa ditekan lagi di bawah 60 persen menyusul ketersediaan BOR isolasi. Kita paham ketersediaannya juga terbatas,” imbuhnya.
Melihat catatan BOR di 514 kabupaten kota, mirip dengan peta zonasi, berdasarkan BOR. Hijau berarti BOR di bawah 30 persen, kuning 30-59 persen, oranye 60-80 persen, merah di atas 80 persen.
“Pada 28 Juni–4 Juli Pulau Jawa seperti kebakaran, merah semua. Semakin ke sini sudah mulai kuning. Di level kabupaten kota mulai terjadi perbaikan, dari yang awalnya merah sekarang sudah mulai kuning. Namun, di sisi lain pulau lain yang tadinya kuning, berubah jadi oranye,” ungkap Dewi.
Meskipun terlihat penurunan di Pulau Jawa dan Bali, tetap harus waspada di pulau lain. Di Kalimantan Timur atau Kalimantan Selatan misalnya, yang semula hijau dan kuning sekarang jadi oranye dan merah.
Berdasarkan proporsi di 514 kabupaten kota, pada 28 Juni – 4 Juli yang merah 33 persen. Kemudian, paling berat terjadi pada awal Juli sampai 35,10 persen kabupaten kota di Indonesia yang merah, BOR-nya di atas 80 persen.
Sekarang mulai berkurang dengan PPKM Darurat dan Level 4, terakhir sepekan awal Agustus turun, 16,16 persen yang BOR-nya di atas 80 persen.
“Tapi ini shifting, kalau dilihat Jawa jadi ketuker dengan Sumatra. Sekarang terbalik, Jawa jadi kuning hijau, Sumatra jadi oranye dan merah. Angka 16,16 persen ini harus tetap hati-hati karena masih bisa naik lagi,” jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Kantor Presiden Korea Selatan Digerebek Polisi Buntut Darurat Militer
- Resmikan Jalan Layang Madukoro Semarang, Prabowo Harap Dapat Meningkatkan Ekonomi di Jateng
- Kasus Korupsi Impor Gula Tom Lembong, Kejagung Periksa Pejabat Kemendag
- Kronologi Dugaan Bayi Tertukar dalam Kondisi Meninggal Dunia di Rumah Sakit Jakarta
- Kasus Korupsi Timah, Harvey Moeis Dituntut 12 Tahun Penjara
Advertisement
Libur Natal dan Tahun Baru, Pemudik di DIY Diprediksi Capai 9,4 Juta Orang
Advertisement
Mingguan (Jalan-Jalan 14 Desember) - Jogja Selalu Merayakan Buku
Advertisement
Berita Populer
- PLN UIP JBTB Berhasil Melakukan Energize SUTT 150 kV Kubu - Amlapura dan Extension 2 Line Bay GI 150 kV Amlapura - GI 150 kV Kubu (60 MVA)
- Gerakkan Ekonomi Desa, Alap-Alap Jokowi Kolaborasikan 2 Bumdes di Jateng
- Heboh Mutasi 300 Pati TNI, Anggota DPR: Bagian dari Regenerasi
- Sejumlah Infrastruktur Baru di IKN Bakal Diresmikan Desember 2024
- DPR Harus Tunjukkan Political Will: Undang Ahli dan Masyarakat Rumuskan RUU Perampasan Aset
- Polisi Ungkap Masalah Asmara sebagai Motif Penculikan di Antapani Bandung
- Eksplorasi Perkembangan Anak, Bebelac Mengajak Tour Edukasi ke Jepang
Advertisement
Advertisement